logo


Kekeh Naikan Iuran BPJS, Sri Mulyani: Ini Sudah Sangat Kronis

Defisit BPJS Kesehatan mencapai 32 triliun

18 Februari 2020 14:43 WIB

dok kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Menurutnya hal tersebut justru memberatkan masyarakat.

"Kami sudah memutuskan melalui rapat internal, memegang rapat 2 September 2019 yakni menunda atau batalkan kenaikan iuran BPJS untuk PBPU (peserta bukan penerima upah) dan PBI," kata Nihayatul dalam rapat gabungan lintas komisi bersama dengan pemerintah di Ruang Pansus B DPR RI, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani kekeh akan tetap menaikan iuran BPJS. Pasalnya kondisi BPJS saat ini sedang kronis.


508 Triliun Dana Pendidikan, Sri Mulyani Mewanti-wanti Nadiem

"BPJS Kesehatan suda sangat kronis tadi disampaikan bahwa defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp 32 triliun, ini sangat besar sekali," ujar Sri Mulyani.

"Meskipun sdah diberikan Rp 13,5 triliun masih gagal bayar Rp 15,5 triliun situasi sekarang BPJS masih defisit makanya BPJS sudah menulis surat kepada kami untuk minta seluruh PB (penerima upah) di tahun 2020 di bayar di depan," jelasnya.

Soal Rencana Pembangunan Ibu Kota Baru, Sri Mulyani Minta Usul di Sosmed

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati