logo


Tak Percaya Ada Salah Ketik di RUU Cipta Kerja, KSPI Beberkan Tiga Alasan Ini

KSPI: Sulit untuk percaya jika itu salah ketik

18 Februari 2020 11:36 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S. Cahyono tidak percaya dengan alasan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebut ada salah ketik di draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Sulit untuk percaya jika itu salah ketik," kata Kahar seperti dilansir Tempo, Selasa (18/2/2020).

Ia pun memberikan alasan kenapa pihaknya tidak percaya telah terjadi salah ketik. Sebelumnya pemerintah telah membentuk Satgas Omnibus Law yang terdiri dari lintas kementerian dan organisasi pengusaha.


Gerindra Sebut Omnibus Law Ingin Ambil Alih Fungsi Legislatif

Kedua, Kahar menyebutkan draft RUU bisa diakses setelah masuk ke DPR. "Tertutup. Karena itu, kita berkesimpulan ini dipersiapkan dengan hati-hati," ujarnya.

Alasan terakhir yaitu adanya revisi nama RUU yang awalnya Cipta Lapangan Kerja atau yang biasa disingkat Cilaka kemudian diganti menjadi RUU Cipta Kerja. "Artinya ada proses perbaikan dari sesuatu yang dianggap kesalahan," pungkasnya.

Banyak yang Tak Setuju Omnibus Law Cipta Kerja, Mahfud MD: Silahkan Ditolak

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×