logo


Ahok: Saya Marah, Hanya Agresi Militer Belanda yang Gubernur Aktif Ditangkap ke Penjara

Ahok menceritakan kisahnya selama di Mako Brimob

18 Februari 2020 11:04 WIB

Basuki Tjahaja Purnama / Ahok
Basuki Tjahaja Purnama / Ahok Detikcom

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok meluncurkan buku yang berjudul "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologis Ahok Selama di Mako Brimob". Buku tersebut merupakan bagian dari kisah hidupnya selama di Mako Brimob. Ia berharap dengan adanya buku tersebut akan menginsprasi banyak orang.

"Saya harap melalui buku ini orang bisa melihat masalah itu dari perspektif yang benar. Bahwa kesulitan masalah itu bukan untuk menjatuhkan kita, tapi justru mempromosikan kita," kata Ahok di Gedung Tempo Institute, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ahok juga bercerita bahwa ia sempat marah ketika pertama kali dijebloskan dalam penjara. "Oh saya marah, hanya Agresi Militer Belanda yang gubernur aktif ditangkap ke penjara. Kita bukan negara penjajah kok, saya marah," tambahnya.


PDIP atau PSI, Ahok Ngaku Tak Kesulitan untuk Memilih

Namun kemudian, Ahok sadar bahwa marah bukanlah jalan keluar. Ia pun berusaha tidak membenci siapa pun.

"Kalau kita benci seseorang, kita yang sakit tahu nggak. Ketika kita nggak benci sama orang, nggak marah sama orag, (maka) orang yang benci kita yang sakit. Dia stres," ujarnya.

Sebut Ahok Berubah Setelah Dipenjara, Djarot: Kesombongannya Sudah Turun

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati