logo


Sebut Ahok Berubah Setelah Dipenjara, Djarot: Kesombongannya Sudah Turun

Djarot menceritakan bagaimana Ahok setelah divonis bersalah dan dibui selama 2 tahun

18 Februari 2020 08:45 WIB

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan kepada awak media mengenai hasil hitung cepat putaran kedua di Jakarta, Rabu (19/4/2017).
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan kepada awak media mengenai hasil hitung cepat putaran kedua di Jakarta, Rabu (19/4/2017). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan bahwa penjara bisa membuat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi lebih baik lagi.

"Kita bisa ambil hikmah, dia bisa berkontemplasi sendiri dan akhirnya musibah jadi berkah. Dia semakin dewasa, makin bijak, dan kesombongannya sudah turun," ujar Djarot yang disambut tawa pengunjung yang hadir dalam acara peluncuran buku 'Panggil Saya BTP' di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (17/2).

Djarot mengungkapkan betapa marah dan kecewanya Ahok ketika pertama kali divonis bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama. Ahok kemudian dibui selama dua tahun dan dimasukkan ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur.


Kenang Masa Penahanan Dirinya, Ahok: Kenapa Negara Harus Kalah dari Tekanan Massa?

"Ketika masuk Cipinang itu kan banyak demo, mau ngerobohin gerbang (Rutan) Cipinang. Saya bilang ke Ahok, 'Mas, ini banyak orang demo, supaya sampeyan dikeluarkan dari Cipinang,'" kata Djarot menirukan percakapannya dengan Ahok saat itu.

"(Lalu dijawab Ahok) 'Biarin aja, biar roboh sekalian, biar dibakar sekalian.' Beliau benar-benar kecewa. Saya juga marah dan kaget dengan peristiwa itu," lanjutnya.

Djarot meminta para pendukung Ahok yang berdemonstrasi untuk membubarkan diri. Namun, beberapa orang diminta untuk bertahan di Cipinang hingga malam.

PDIP atau PSI, Ahok Ngaku Tak Kesulitan untuk Memilih

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata