logo


Pemerintah Punya Agenda Panjang untuk Perangi Virus Corona

Muhadjir mengatakan pemerintah akan memperketat kewaspadaan pintu-pintu masuk ke Indonesia

18 Februari 2020 04:11 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2). Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah telah berhasil memulangkan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau setelah dijemput dari Wuhan, Tiongkok. Pemerintah memastikan semua WNI dalam keadaan sehat tanpa ada yang terpapar virus Covid-19 atau virus korona. Kesuksesan pemerintah dalam melakukan observasi dan mencegah tersebarnya virus itu pun menuai apresiasi dari dunia internasional, salah satunya adalah dari World Health Organization (WHO).

Sampai hari ini Indonesia masih aman dan belum memiliki kasus positif Covid-19. Namun terlalu dini untuk menurunkan kewaspadaan dari pandemi ini. Hal tersebut lantaran di belahan dunia lain pandemi Covid-19 masih terus bertambah. Perkembangan global terkini terdapat 26 negara yang sudah memiliki kasus Covid-19, paling parah di Republik Rakyat Tiongkok.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, pemerintah Indonesia masih memiliki agenda yang panjang dalam memerangi pandemi Covid-19.


Harga Masker Melambung, Menkes Terawan: Tidak Perlu Pakai Masker

Muhadjir menyebut saat ini pemerintah terus mengawasi WNI di luar negeri yang masih terancam terpapar Covid-19. Contoh kasus ini menurut Muhadjir adalah kasus WNI yang menjadi awak kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess yang di dalam kapal pesiar tersebut terdapat beberapa orang yang terdampak Covid-19.

“Bila terjadi keadaan terburuk, kita harus tangani seperti WNI dari Hubei. Tetapi kita juga menghormati kewenangan negara dan protokol WHO yg telah ditetapkan. Saya kira kita juga akan siap untuk menghadapi itu,” tutur Menko PMK dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).

Selain memantau perkembangan WNI di luar negeri, tentu saja keamanan dalam negeri juga diutamakan pemerintah. Muhadjir mengatakan pemerintah akan memperketat kewaspadaan pintu-pintu masuk ke Indonesia dari berbagai jalur yaitu darat laut dan udara, termasuk memaksimalkan peralatan yang diperlukan dalam pemeriksaanPemerintah juga akan memperketat pemeriksaan riwayat perjalanan dan kesehatan dari Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia.

Virus Corona Bikin Masyarakat Panik, Muhadjir: Tidak Perlu Pakai Masker, Kecuali Punya Duit Banyak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata