logo


Mitos Presiden 'Lengser' Usai Kunjungi Kediri, PDIP: Bangsa Kita Harus Semakin Rasional

Aria Bima menyarankan Presiden Jokowi agar mengunjungi Kediri sekaligus memberikan pencerahan spiritual dan politik

17 Februari 2020 18:15 WIB

Politisi PDIP Aria Bima.
Politisi PDIP Aria Bima. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PDIP Aria Bima menanggapi larangan Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkunjung ke Kediri atas dasar mitos. Ia menyarankan Jokowi segera meninjau langsung soal sejarah dan potensi di Kediri.

"Dalam hal Presiden Jokowi berkunjung ke Kediri, hal itu perlu segera diagendakan. Mengingat histori Kediri yang punya raja besar dan kerajaan besar. Airlangga, Daha, Jenggala, Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, dan seterusnya. Begitu juga terkait dengan Kediri saat ini yang cukup makmur sebagai kota tahu dan kota rokok," kata Aria, Jakarta, Senin (17/2).

Terkait dengan mitos yang beredar, Aria tak ingin berbicara lebar. Menurutnya, kedatangan Jokowi sangat diperlukan untuk menangkis hal-hal yang tidak rasional.


Pramono Anung Larang Jokowi ke Kediri, Politisi Gerindra: Dia Masih Percaya Pada Klenik

"Adapun sehubungan dengan mitos, justru kehadiran Presiden Jokowi ke Kediri merupakan pencerahan spiritual dan politik bahwa bangsa kita harus semakin rasional," tutur Aria.

Sebelumnya, mitos kunjungan presiden ke Kediri membuat orang nomor satu di Indonesia itu bakal lengser kembali disinggung oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sabtu (15/2). Ia mengaku telah melarang Presiden Jokowi untuk melawat ke Kediri.

"Ngapunten (maaf), Kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono.

Bicara Soal Kesetaraan, Yenny Wahid Sebut Konstitusi Saja Tak Cukup

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×