logo


Bantah Ada Pelanggaran HAM di Papua, Moeldoko: Tidak Ada Perintah dari Atas

Istana membantah ada kasus pelanggaran HAM dalam insiden penembakan di Paniai, Papua, pada 7-8 Desember 2014.

17 Februari 2020 17:15 WIB

tagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Presiden Moeldoko membantah pernyataan Komnas HAM yang menyatakan insiden penembakan di Paniai, Papua, pada 7-8 Desember 2014 sebagai kasus pelanggaran HAM berat karena terbukti terjadi tindak penganiayaan dan pembunuhan yang sistematis terhadap warga sipil.

"Perlu dilihatlah yang bener. Paniai itu kejadian tiba-tiba. Harus dilihat dengan baik karena tidak ada kejadian terstruktur, sistematis, enggak ada," ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).

Moeldoko menilai tindakan aparat keamanan yang menyebabkan empat orang tewas dan 21 lainnya luka-luka adalah sebuah bentuk pertahanan diri. Ia menegaskan tak ada unsur kesengajaan.


Moeldoko Tegaskan Eks ISIS dari Indonesia Stateless

"Menurut saya, apa yang dilakukan satuan pengamanan itu tindakan kaget, tiba-tiba karena diserang masyarakat. Tidak ada upaya sistematis," katanya.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh aparat tersebut bukanlah sebuah perintah dari atasan. Oleh karenanya, ia meminta semua pihak untuk mengkaji secara cermat.

"Jadi tidak ada perintah dari atas. Tidak ada kebijakan yang melakukan hal seperti itu. Ini supaya dilihatnya dengan cermat, jangan sampai nanti membuat kesimpulan yang tidak tepat," ucapnya.

 

Mahfud MD Sebut Data Tapol Dokumen Sampah, Politikus Papua: Tidak Etis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia