logo


Seniman Peduli TIM Bertemu Komisi X DPR Hari Ini

Pertemuan tersebut berkaitan dengan penolakan para seniman terkait Peraturan Gubernur

17 Februari 2020 11:13 WIB

Forum Seniman Peduli TIM yang mengusung tagar #saveTIM sudah tiga bulan lebih melakukan berbagai aksi menolak Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 63 Tahun 2019
Forum Seniman Peduli TIM yang mengusung tagar #saveTIM sudah tiga bulan lebih melakukan berbagai aksi menolak Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 63 Tahun 2019 Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Forum Seniman Peduli TIM akan diterima oleh Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf. Pertemuan ini akan digelar dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020.

Forum Seniman Peduli TIM yang mengusung tagar #saveTIM sudah tiga bulan lebih melakukan berbagai aksi menolak Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 63 Tahun 2019, yang memberi kewenangan kepada BUMD Pemprov. DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mengelola TIM dengan tugas pokoknya merawat gedung-gedung DKI dan diserahi tugas untuk mengkomersialkan seluruh ruang dan bangunan.

Delegasi seniman dari berbagai daerah dan elemen seni yang akan hadir di gedung rakyat besok sejumlah lebih kurang 40 orang. Akan tetapi bisa diikuti oleh ratusan seniman Jabodetabek, yang sejak kemarin sudah siap hadir untuk memberikan dukungan.


Polemik Formula E di Kawasan Monas, Ketua TACB: Cagar Budaya Jangan Diganggu

Mereka dipimpin oleh budayawan Radhar Panca Dahana, dan Noorca M. Massardi. Dikabarkan, Dolorosa Sinaga, seniman patung yang juga pengajar di Institut Kesenian Jakarta akan hadir, bersama dengan Putu Wijaya, Nano Riantiarno, Rayni Massardi, Irma Hutabarat, dan beberapa tokoh lainnya, yang sangat mencemaskan nasib TIM.

Jumat lalu, 14/2, pasca peruntuhan gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) dan bekas ruang pameran Galeri Cipta I (yang kemudian, di zaman Orba, dikuasai oleh bioskop XXI), Radhar Panca Dahana bersama Noorca M. Massardi serta puluhan seniman muda, memaksakan diri untuk menggelar ritus “Pertunjukan Terakhir”, sebagai penghormatan terakhir bagi tempat yang mengandung jutaan kenangan, tepuk tangan, kesedihan dan kebahagiaan, dan air mata itu.

Andre Rosiade: Silahkan Anda Bully Saya Anda Caci Saya, Ini Adalah Risiko Perjuangan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
 
×
×