logo


Polemik Formula E di Kawasan Monas, Ketua TACB: Cagar Budaya Jangan Diganggu

Ketua TACB mendesak Formula E diselenggarakan di lokasi lain

15 Februari 2020 11:22 WIB

Monas sebelum dan saat proses revitalisasi
Monas sebelum dan saat proses revitalisasi kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Polemik rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta terkait penggunaan Lapangan Monas untuk sirkuit Formula E masih saja bergulir.

Ketua TACB, Mundardjito menjelaskan jika pihaknya tak pernah memberi rekomendasi seperti apa yang tercantum dalam surat izin ke Sekretariat Negara. Justru, ia menolak apabila Formula E diselenggarakan di Monas.

“Medan Merdeka sebagai cagar budaya jangan diganggu,” ujar Mundardjito, Jakarta, Sabtu (15/2).


Ketua IMI Sebut Finalisasi Lintasan Formula E Dilakukan H-10

Mundardjito mempunyai alasan tersendiri soal sikap penolakannya. Menurut profesor arkeologi itu, kawasan yang akan dipakai untuk perhelatan Formula E itu sarat dengan nilai sejarah.

"Nilai penting Medan Merdeka karena 19 September 1945, Bung Karno pulang dari Yogyakarta dan rapat raksasa di Medan Merdeka," jelasnya.

"Nilai penting Medan Merdeka karena 19 September 1945, Bung Karno pulang dari Yogyakarta dan rapat raksasa di Medan Merdeka," kata dia.

Lebih lanjut, Mundardjito menyarankan agar sirkuit Formula E dipindah ke lokasi lain agar tak mengganggu cagar budaya. Ia juga menyebut Senayan sebagai tempat bersejarah.

"Kalo di Senayan kan untuk olahraga, sama-sama cagar budaya yang hebat pada zaman Bung Karno," tukasnya.

Indonesia Masih Kebal Virus Corona, Begini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Iskandar