logo


Indonesia Masih Kebal Virus Corona, Begini Alasannya

Kekebalan tubuh bisa menjadi faktor penangkal Virus Corona

15 Februari 2020 10:59 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Penyebaran Virus Corona sudah melebar ke sekitar 30 negara di dunia. Bahkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Australia telah mengonfirmasi kasus penyakit itu.

Namun, Indonesia hingga kini belum mendeteksi virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tersebut. Hal itu pun menuai spekulasi publik terkait tingkat kekebalan masyarakat Indonesia.

Dokter spesialis paru RSPI Sulianti Saroso, Adria Rusli menerangkan jika alasan Virus Corona tak masuk ke indonesia belum bisa diketahui secara pasti. Menurutnya, perlu dilakukan penelitian mendalam untuk memastikannya.


1.110 Meninggal Karena Corona, Bamsoet Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

"Memang jadi pertanyaan sampai saat ini. Apakah benar kekebalan orang Indonesia tinggi? Atau virulensi Virus Corona berkurang di Indonesia? Ini memang mesti kita jawab kenapa. Ini pertanyaan yang susah sekali saya jawab karena harus ada bukti-buktinya," kata Adria dalam Sosialisasi Penyakit Virus Corona di CT Corp, Jakarta, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (14/2).

Namun, dia mengungkapkan beberapa kemungkinan terkait Corona yang belum menjangkit Indonesia. Berikut alasannya:

- Wabah virus corona belum terbawa oleh orang yang sudah terinfeksi ke Indonesia.

- Suhu dan kelembapan di Indonesia yang cukup tinggi dengan matahari sepanjang tahun, dapat membunuh virus.

"Virus senang berkembang biak di suhu udara dingin dengan kelembapan rendah," jelas dokter spesialis paru Erlina Burhan di waktu lalu.

- Kekebalan tubuh yang kuat bisa menjadi faktor. Namun dibutuhkan studi lebih lanjut terkait hal ini. Penelitian memperlihatkan persinggungan antara tubuh dan pelbagai kuman berkaitan dengan daya tahan atau kekebalan seseorang.

"Memang benar konsepnya semakin sering terpapar kuman, tubuh kita membuat antibodi. Tapi, harus sudah terpapar kumannya dulu atau setidaknya kuman dari keluarga yang sama," ujar Adria.

Kontroversi Klaim Rekomendasi TACB, Sekda DKI Ngaku Prihatin, "Kasihan Pak Gubernur, Capek"

Halaman: 
Penulis : Iskandar