logo


Mahfud MD Sebut Data Tapol Dokumen Sampah, Politikus Papua: Tidak Etis

Politikus Papua, Yorrys Raweyai, mengkritik pernyataan Mahfud MD yang menyebut data korban jiwa dan tahanan politik Papua sebagai dokumen sampah.

15 Februari 2020 06:02 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi Anggota DPD-DPR RI Dapil Papua dan Papua Barat atau MPR for Papua, Yorrys Raweyai, menilai pernyataan Mahfud MD yang menyebut surat dari aktivis HAM Veronica Koman yang memuat data tahanan politik dan korban tewas pada konflik Papua sebagai dokumen sampah, merupakan tindakan yang tidak etis mengingat posisi Mahfud sebagai Menteri Polhukam.

"Mahfud MD sebagai menteri pembantu Presiden, tidak etis menyampaikan itu," kata Yorrys kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/2).

Ia menjelaskan bahwa data yang dihimpun oleh Veronica tersebut bukan informasi baru, namun data tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyikapi masalah yang terjadi di Papua.


Mahfud Sebut Dokumen Veronica Coman sebagai Sampah, YLBHI: Dia Buka Kedok Presiden Kalau Blusukan Hanya Pencitraan

"Informasi itu seharusnya diterima sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam menyikapi kompleksitas persoalan di Papua yang mengalami peningkatan dari waktu ke waktu," ujarnya.

"Namun ada kasus yang mencuat dan mengemuka terutama di Nduga yang menjadi polemik di dunia internasional apalagi kasus Mispo Gwijangge menjadi keprihatinan," katanya.

Bantah Pernyataan Jokowi, Mahfud MD: Kita Enggak Mencabut Kewarganegaraan WNI Eks ISIS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia