logo


Perdagangan Orang di Puncak Gunakan Modus BO dan Kawin Kontrak

Polisi menangkap 5 tersangka pelaku dugaan tindak pidana perdagangan orang di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

15 Februari 2020 05:30 WIB

Ilustrasi Prostitusi
Ilustrasi Prostitusi Liputan 6

BOGOR, JITUNEWS.COM - Lima orang tersangka diamankan oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang dengan menggunakan modus BO (booking out) hingga kawin kontrak. Mereka ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

"Wisata seks halal di Puncak ini kemudian sudah menjadi isu internasional sehingga kami mencoba melakukan penyidikan," kata Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Ferdy Sambo saat melakukan konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/2) kemarin.

Dalam menjalankan aksinya, kelima tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda. Ferdy mengungkap bahwa tersangka mematok tarif yang beragam. Untuk BO dengan durasi 1-3 jam, mereka memasang harga sekitar Rp 500 ribuan dan Rp 1-2 jutaan untuk durasi satu malam. Kemudian, untuk kawin kontrak selama 3-7 hari, para mucikari tersebut memasang harga Rp 5-10 juta.


Mengaku Menyesal, Lucinta Luna: Dengan Tekanan Saya, Batin Saya Seperti Ini

"Itu hidup bersama, dinikahkan, kemudian setelah itu selesai, mereka kembali ke negaranya masing-masing," ucap Ferdy.

Selain mengamankan 5 tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai sebesar Rp 900.000, 7 buah telepon genggam, dan bukti pemesanan Apartemen Puri Casablanca.

Penggerebekan Prostitusi Dinilai Tak Sesuai SOP Kepolisian, Ombudsman: Ada Potensi Maladministrasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×