logo


Heboh Perkelahian Dua Guru di Medan, DPR Desak Pelaku Diberi Sangsi Keras

Terjadi praktik kekerasan di lingkungan sekolah

14 Februari 2020 14:45 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa'aduddin Djamal menyayangkan masih adanya praktik kekerasan di sekolah seperti yang terjadi di SMAN 8 Medan. Dimana terjadi perkelahian dua guru yang di dalam ruang kelas yang disaksikan para murid.

“Kekerasan di sekolah apapun bentuknya seharusnya tidak terjadi, karena ini adalah lembaga pendidikan yang mengedepankan moral dan ilmu pengetahuan,” ujar Illiza, Jumat (14/2).

Dia menilai kekerasan dan perkelahian di sekolah telah merusak citra lembaga pendidikan.


Temui Massa KSPSI, DPR Yakinkan Omnibus Law Tidak Akan Menyengsarakan Buruh

“Bagaimana pun, siapa pun, harus menghormati lembaga pendidikan, karena di sana adalah tempat penggodokan generasi muda penerus bangsa. Rusak karakter generasi mudanya, rusak pula bangsanya,” kata dia.

Menurutnya guru yang terlibat dan kepala sekolah harus meminta maaf kepada publik atas tragedi perkelahian tersebut.

“Mereka juga harus mengaku tidak akan mengulanginya di kemudian hari. Hal ini penting agar para pelajar dan generasi muda di Indonesia tidak mencontohnya. Dan harus diberikan sangsi yang keras terhadap guru yang terlibat kekerasan atau perkelahian agar tidak berulang di tempat lain,” kata Illiza Sa'aduddin Djamal.

Selain itu, pihak sekolah juga harus memastikan tidak adanya perundungan dan bullying di sekolah, karena ini terbukti telah memantik terjadinya perkelahian di antar siswa.  

“Sekolah harus memastikan bahwa semua siswa menjunjung tinggi rasa saling menghormati,” pungkasnya.

Pernyataannya Selalu Kontroversi, Menag Diberi Peringatan oleh Komisi VIII

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati