logo


Dalam Berbangsa dan Bernegara, Kepala BPIP Minta Umat Beragama Bergeser dari Kitab Suci ke Konstitusi

Menurutnya, konstitusi di atas kitab suci

14 Februari 2020 14:36 WIB

Kepala BPIP Yudian Wahyudi
Kepala BPIP Yudian Wahyudi istemewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi meminta seluruh umat beragama agar meletakkan konstitusi di atas kitab suci dalam berbangsa dan bernegara.

Namun, Yudian menyadari jika urusan beragama kembali ke pribadi masing-masing.

“Saya mengimbau kepada orang Islam, mulai bergeser dari kitab suci ke konstitusi kalau dalam berbangsa dan bernegara. Sama, semua agama. Jadi kalau bahasa hari ini, konstitusi di atas kitab suci. Itu fakta sosial politik,” ujar Yudian, seperti dikutip dari Tempo, Jumat (14/2).


Rencana Pemulangan Anak-anak WNI Eks ISIS, KPAI Sarankan Ada Penanganan Jangka Panjang

Imbauan itu, lanjut Yudian, bukan bermaksud untuk merendahkan agama tertentu. Menurutnya, kitab suci dan konstitusi adalah perpaduan antara ilahi dan wadhi yang diselesaikan melalui kesepakatan atau Ijma.

Yudian menuturkan bahwa kitab suci bukanlah hukum Tuhan yang paling tinggi dalam mengatur kehidupan sosial politik.

“Kalau Islam, bukan Quran dan hadist dalam kitab, tapi adalah konsensus atau ijma,” tuturnya.

Pernyataannya Kembali Jadi Polemik, Kepala BPIP Sebut Konstitusi Harus di Atas Kitab Suci

Halaman: 
Penulis : Iskandar