logo


Tak Mampu Musnahkan Babi, Gubernur Sumut Sebut Kerugian Bisa Mencapai Rp 6 Triliun

Gubernur Sumut meminta semua pihak untuk membantu mencari solusi untuk masalah babi karena akan berdampak signifikan bagi ekonomi Sumatera Utara

13 Februari 2020 15:37 WIB

Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi istimewa

MEDAN, JITUNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta permasalahan babi di wilayahnya tidak dipolitisasi, mengingat polemik tersebut tidak berkaitan dengan masalah suku, agama , ras dan antar golongan (SARA), melainkan hanyalah masalah ekonomi belaka.

“Pertama sudah direncanakan untuk menyelamatkan perekonomian warga ini. Namun wabah virus ASF hanya menjangkiti binatang babi, jadi tidak perlu dimusnahkan. Tempo hari kita berpikir untuk mengganti ternak dengan yang lain yang tidak terserang virus. Namun tidak mungkin,” jelasnya didepan Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Sumut yang juga dihadiri oleh Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI), Medan, Kamis (13/2).

Ia meminta semua pihak untuk turut membantu mencari solusi dan pemecahan masalah tersebut mengingat kondisi ekonomi peternak yang sangat merugi.


Arif Wibowo Resmi Pimpin Garuda Indonesia

“Kondisi ekonomi peternak babi sangat buruk, baik yang ternaknya mati dan yang tidak mati. Karena yang mati jelas rugi. Namun yang ternaknya tidak mati juga mengalami penurunan harga. Jadi itu yang kita lihat. Jangan dipersulit, kita bantu bersama,” katanya.

“Saya tidak bisa mengambil langkah memusnahkan itu. Saya tunggu kajian dulu. Jumlah populasi babi 2 juta ekor. Jika dikalikan Rp 3 juta per ekor maka sudah mencapai 6 triliun,” tegasnya.

Wahh, Usai RUPS 6 Direksi Garuda Dicopot

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia