logo


Jokowi Pilih Istilah ISIS Eks WNI Ketimbang WNI Eks ISIS, Ternyata Ini Alasannya

Jokowi menyebut ISIS eks WNI karena sesuai dengan UU Kewarganegaraan

13 Februari 2020 14:54 WIB

dok sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Presiden Joko Widodo menggunakan istilah ISIS eks WNI untuk anggota ISIS eks WNI yang terlibat kelompok teroris lintas batas. Penggunaan istilah tersebut kemudian menuai banyak pertanyaan di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyampaikan bahwa Jokowi ingin konsisten dengan Undang-Undang Kewarganegaraan Nomor 12 Tahun 2006 sehingga menyebutnya eks WNI.

"Soal istilah, Presiden hanya ingin konsisten dengan UU Kewarganegaraan," kata Dini seperti dilansir Okezone, Kamis (13/2/2020).


Jokowi Pastikan WNI eks-ISIS Tidak Dipulangkan, Kecuali Kategori Ini

"Bahwa WNI kehilangan kewarganegaraan Indonesia apabila dia bergabung dengan militer asing tanpa izin Presiden, menyatakan keinginan untuk tidak lagi menjadi WNI (tindakan pembakaran paspor dianggap pernyataan keinginan untuk tidak lagi menjadi WNI)," ujar Dini.

Dini menyampaikan bahwa orang-orang tersebut masuk dalam kategori yang terdapat di Undang-Undang Kewarganegaraan. Oleh karenanya hal tersebut menjadi alasan Jokowi memilih menggunakan istilah ISIS eks WNI ketimbang WNI eks ISIS.

 

Bantah Pernyataan Jokowi, Mahfud MD: Kita Enggak Mencabut Kewarganegaraan WNI Eks ISIS

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati