logo


Lantik Pimpinan Tinggi Pratama, Menteri ESDM Minta Inovasi EBT Ditingkatkan

Menteri ESDM meminta adanya inovasi-inovasi pengembangan energi baru terbarukan

13 Februari 2020 12:46 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Chrisnawan Anditya, S.T., M.T sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di unit Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Badan Litbang ESDM.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Chrisnawan Anditya, S.T., M.T sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di unit Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Badan Litbang ESDM. jitunews/Khairulanwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM dan Pejabat Pimpinan di lingkungan SKK Migas, yang terdiri dari 1 (satu) orang pejabat promosi (Eselon II) lingkungan Kementerian ESDM dan 1 (satu) orang pejabat di SKK Migas.

Chrisnawan Anditya, S.T., M.T dilantik sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di unit Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Badan Litbang ESDM. Dan Sulistya Hastuti Wahyu M.H.B.J. dilantik sebagai pejabat SKK Migas. Sementara Sulistya Hastuti Wahyu M.H.B.J. dilantik sebagai Deputi Dukungan Bisnis di SKK Migas.

Menteri Arifin Tasrif berharap Chrisnawan Anditya dan Sulistya Hastuti Wahyu dapat menyumbangkan potensi-potensi energi baru yang berbasis pada ilmu pengetahuan teknologi dan melakukan inovasi-inovasi yang mampu mendukung program pemerintah dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).


Jonan Ungkap Petrokimia Jadi Masa Depan Industri Migas

Arifin mengatakan bahwa Pemerintah telah menargetkan penggunaan bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025.

“Kita memiliki target di tahun 2025 bisa mencapai 23 persen. Kita terus berupaya untuk memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan mencapai target sebagaimana yang kita canangkan,” ujar Arifin Tasrif di Kementrian ESDM, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya hal itu juga selaras dengan komitmen Indonesia yang akan menurunkan emisi sebesar 29 persen di bawah ambang batas, hingga tahun 2030.

“Hal itu selaras dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai perjanjian Paris Agreement yang mengamatkan pengurangan emisi gas rumah kaca secara nasional  mencapai 29 persen pada tahun 2030,” tuturnya.

Oleh karena itu, Arifin mengatakan bahwa pengembangan emisi EBT menjadi prioritas, sehingga Litbang ESDM harus menghasilkan penelitian dan pengembangan yang bermanfaat untuk masyarakat serta melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga insitusi lainnya.

“Saya minta jajaran di Kementrian ESDM untuk saling bersinergi, berkeja keras agar kita dapat memberikan meningkatkan kesejahteraan di masyarakat,” tukasnya.

Menteri ESDM dan Menteri BUMN Bertemu, Ini yang Dibahas

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati