logo


Mahfud Sebut Dokumen Veronica Coman sebagai Sampah, YLBHI: Dia Buka Kedok Presiden Kalau Blusukan Hanya Pencitraan

YLBHI mengkritik pernyataan Mahfud yang menyebut dokumen berisi persoalan Papua belum tentu dibaca oleh Presiden Jokowi

13 Februari 2020 10:32 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati angkat bicara soal pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut data tahanan politik dan korban pembunuhan di Nduga, Papua sebagai sampah.

Menurut Asfinawati, pernyataan tersebut sama sekali tak menggambarkan seorang pelayan publik yang seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat.

"Masa data orang meninggal diperlakukan seperti itu, sampah, artinya akan dibuang," kata Asfina, dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis (13/2).


Sudah Puluhan Kali Ikut Ratas, Erick Thohir: Presidennya Gila Kerja

Asfi menilai pernyataan Mahfud juga dapat diartikan jika aksi ‘blusukan’ yang selama ini dilakoni oleh Jokowi hanya sebatas pencitraan.

"Mahfud ini juga menafsirkan tindakan Jokowi bahwa sebagai presiden dia tidak akan baca. Padahal Jokowi saat mau jadi presiden selalu blusukan. Artinya kalau pernyataan Mahfud benar, dia sehingga membuka kedok presiden kalau blusukan yang artinya mendengarkan keluhan rakyat hanya pencitraan," kata dia.

Sebelumnya, aktivis Papua Veronica Koman mengaku sudah menyampaikan dokumen yang memuat nama dan lokasi puluhan tahanan politik Papua serta identitas 243 korban tewas operasi militer di Nduga kepada Jokowi melalui tim yang ada di Canberra, Australia.

Mahfud pun mengira jika surat yang disampaikan tim Veronica itu belum tentu dibaca oleh Jokowi.

"Belum dibuka kali suratnya, kan ada dari orang banyak. Rakyat biasa juga suka kirim ke presiden. Kalau memang ada, sampah sajalah itu," ujar Mahfud di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

Mahfud MD: Kalau WNI Eks ISIS Pulang Lewat Jalur Tikus Ya Ditangkap Dong

Halaman: 
Penulis : Iskandar