logo


Jokowi Buka Peluang untuk Anak-anak Eks ISIS, KPAI: Kehadiran Negara Mesti Terlihat

Melindungi anak sesuai dengan Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 pasal 59.

13 Februari 2020 09:21 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo membuka peluang untuk anak-anak kombatan ISIS eks WNI untuk bisa dipulangkan namun dengan berbagai syarat.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, mengatakan bahwa negara harus melindungi anak yang menjadi korban.

"Apalagi anak dalam hal ini posisinya sebagai korban. Maka wujud kehadiran negara mesti terlihat," kata Susanto seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (13/2).


Din: Buat Apa Menjadi Duri Bahkan Racun dalam Kehidupan Kebangsaan Kita

Menurut Susanto, melindungi anak sesuai dengan Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 pasal 59. Susanto menyebut pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi anak termasuk anak korban jaringan terorisme.

"Yang pasti norma hukum kita sesuai UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pasal 59 menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah dan lembaga negara wajib memberikan perlindungan khusus bagi anak termasuk anak korban jaringan terorisme," katanya.

Susanto mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah jika ingin memulangkan anak-anak eks ISIS tersebut.

"Upaya yang mesti dilakukan diantaranya melalui penguatan ideologi kebangsaan, nasionalisme, rehabilitasi secara tuntas dan pendampingan sosial. Ini mandat negara melalui undang-undang. Tentu norma ini mesti dipertimbangkan sebagai acuan untuk mengambil langkah terkait anak yang diduga bergabung dengan ISIS," kata Susanto.

Ada Peluang untuk Anak-anak ISIS, IKI Sebut Harus Ada Solusi untuk Mereka yang Jadi Korban

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex