logo


Demokrat: Pernyataan Kepala BPIP Berbahaya Karena Logika Terbalik

Kepala BPIP menyebut agama adalah musuh terbesar Pancasila

13 Februari 2020 05:45 WIB

Andi Arief
Andi Arief Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi soal musuh terbesar Pancasila adalah agama, membuat ramai publik.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut pernyataan Kepala BPIP tersebut berbahaya. Menurutnya, Pancasila lahir dengan kekuatan basis agama.

"Pernyataan kepala BPIP berbahaya karena logika terbalik, Pancasila itu lahir di Indonesia karena sudah ada agama dan kekuatan berbasis agama. Pancasila memberi ruang kesepakatan yang terbuka, adil dan taat aturan main," ujar Andi Arief seperti dilihat di akun Twitternya, Kamis (13/2).


Sindir Pernyataan Kepala BPIP, DPR Sebut Musuh Terbesar Pancasila Adalah Koruptor Bukan Agama

Andi Arief menyinggung sosok almarhum Kuntowijoyo yang dianggap cocok memimpin BPIP. Menurutnya, dia bisa menempatkan Pancasila sebagai pemberi visi negara.

"Kalau BPIP dipertahankan, baiknya dipimpin orang sekelas (alm) Dr. Kuntowijoyo. Ia dengan tepat tempatkan Pancasila sebagai pemberi visi negara. Pancasila satuan besar, bukan satuan kecil level partai, ormas atau pertentangan inter agama. Mengontrol visi negara, bukan menilai warga," cuit @AndiArief_.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi juga sudah memberikan klarifikasi terkait pernyataanya yang kontroversi.

Yudian mengklarifikasi bahwa yang dimaksud dalam pernyataan sebelumnya yaitu Pancasila kerap dihadapkan dengan agama oleh pihak-pihak yang memiliki pemahaman yang sempit.

"Dalam konteks inilah, agama dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas. Bahkan setiap orang beragama. Padahal Pancasila dan agama tidak saling bertentangan, tetapi saling mendukung," kata Yudian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Usai Dapat Kecaman, Kepala BPIP Meralat Pernyataanya Soal Musuh Pancasila

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata