logo


Ada Peluang untuk Anak-anak ISIS, IKI Sebut Harus Ada Solusi untuk Mereka yang Jadi Korban

Pada konstitusi jelas tertuliskan pemerintah harus melindungi di manapun warganya. 

13 Februari 2020 04:56 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) mendukung sikap Presiden Joko Widodo yang membuka peluang menerima anak-anak eks ISIS pulang ke Indonesia.

"Ke depan harus dicarikan solusinya, terutama bagi kalangan kelompok yang keberangkatan ke Suriah itu atas dasar dirinya bukan sebagai petempur, tapi sebagai korban. Misalnya anak-anak, tidak mungkin anak-anak itu dengan kesadaran penuh 'berjihad' ke Suriah," tutur Ketua II IKI, KH Saifullah Ma'shum, kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, tidak semua orang yang berangkat benar-benar bernuat menjadi petempur asing. Misalnya, anak-anak yang tidak bisa menolak diajak orang tuanya, istri yang tidak bisa menolak suaminya, atau juga pihak yang terpaksa berangkat karena diteror.


Utamakan Ratusan Juta Rakyat Dibanding 600 Eks ISIS, BIN: Risiko Sudah Diperhitungkan

"Kelompok-kelompok ini yang harus diselamatkan nasibnya. Mereka punya hak untuk dilindungi secara maksimal oleh negara. Jadi tidak bisa pemerintah terus menggebyah-uyah (menggeneralisir) bahwa tidak boleh sama sekali mereka pulang karena semua terlibat kegiatan terorisme," kata Saifullah.

Saifullah mengatakan bahwa pada konstitusi jelas tertuliskan pemerintah harus melindungi di manapun warganya.

Din: Buat Apa Menjadi Duri Bahkan Racun dalam Kehidupan Kebangsaan Kita

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata