logo


Utamakan Ratusan Juta Rakyat Dibanding 600 Eks ISIS, BIN: Risiko Sudah Diperhitungkan

Pemerintah memutuskan tidak memulangkan WNI eks ISIS

12 Februari 2020 21:03 WIB

Kepala BIN Budi Gunawan.
Kepala BIN Budi Gunawan. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, menjelaskan ke DPR terkait warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS tidak dipulangkan.

"Ya, dari Komisi I memang menanyakan, dan kami sudah jelaskan bahwa kemarin di dalam rapat terbatas sudah diputuskan, dan sudah dijelaskan oleh Menko Polhukam. Bahas kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak memulangkan," kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).

Budi mengatakan bahwa pemerintah mengutamakan 267 juta masyarakat Indonesia dibanding 600 WNI eks ISIS.


Mahfud MD: Kalau WNI Eks ISIS Pulang Lewat Jalur Tikus Ya Ditangkap Dong

"Pemerintah lebih memilih untuk melindungi keamanan segenap bangsa 267 jiwa warga bangsa Indonesia yang harus diprioritaskan. Daripada memilih memulangkan yang kurang-lebih jumlahnya 600 orang. Tentu ada risiko-risiko yang sudah diperhitungkan," ujar Budi.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS.

"Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Tidak akan memulangkan FTF (foreign terrorist fighter) ke Indonesia," kata Menko Polhukam Mahfud Md di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

"Keputusan rapat tadi pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari teroris dan virus-virus baru, terhadap 267 juta rakyat Indonesia karena kalau FTF pulang itu bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 267 juta merasa tidak aman," ujarnya.

Soal Nasib Eks ISIS, Jokowi: Sudah Menjadi Keputusan Mereka

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata