logo


Tak Terima Dokumennya Disebut Sampah, Veronica Koman: Ini Sinyal Semakin Buramnya Penegakkan HAM

Mahfud MD sebut dokumen Veronica Koman yang berisi data tahanan politik di Papua adalah sampah

12 Februari 2020 14:40 WIB

Veronica Koman
Veronica Koman Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pengacara Hak Asasi Manusia, Veronica Koman menanggapi dokumen miliknya yang disebut sampah oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. Ia sangat menyayangkan pernyatan Mahfud MD karena menurutnya hal tersebut telah melukai hati masyarakat Papua.

"Namun tetap sangat disayangkan, mengingat ini akan memperdalam luka orang Papua," ujar Veronica seperti dilansir Lawjustice.co, Rabu (12/2/2020).

Namun Veronica mengaku tidak kaget dengan penyataan Mahfud MD tersebut, karena sebelumnya Mahfud juga pernah menyakiti hati rakyat dengan menyebut tidak ada pelanggaran HAM di masa pemerintahan Presiden Jokowi.


Kritisi Terowongan Silaturahim, PA 212: Sangat Tidak Ada Urgensinya Sama Sekali

"Mengingat beliau sebelumnya sudah pernah mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hati rakyat yaitu bahwa tidak ada satu pun pelanggaran HAM di era Jokowi, jadi sebetulnya tidak terlalu mengagetkan ketika pernyataan seperti ini juga muncul dari beliau," kata dia.

Sebelumnya, Veronica mengaku telah menyerahkan dokumen yang berisi data tahanan politik serta data korban sipil yang tewas di Nduga, Papua sejak Desember 2018. Dokumen tersebut diserahkan saat Jokowi berkunjung ke Canberra, Australia, Senin (10/2/2020). Ia meminta agar Jokowi membebaskan tahanan tersebut.

 

Pemerintah Tegas Tak Pulangkan WNI eks-ISIS, Mahfud: Paspornya Sudah Dibakar, Terus Mau Diapain

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati