logo


Peran Ahok di Komut Terbatas, DPR: Mestinya Jangan Tanggung, Jadi Dirut Saja

Ahok berkali-kali disebut saat rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR

12 Februari 2020 14:32 WIB

Tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beberapa kali disinggung dalam rapat dengar pendapat antara Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dan Komisi VII DPR RI.

Pada mulanya, anggota Komisi VII DPR RI fraksi Gerindra, Harry Poernomo meminta bantuan Ahok yang sekarang menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina (Persero) untuk menangani persoalan di sektor hilir migas.

Permintaan itu salah satunya adalah menagih utang subsidi pemerintah ke Pertamina yang mencapai Rp 20 triliun. Ahok sebagai Komut, menurut dia, masih bisa diberdayakan untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.


Pemerintah Tegas Tak Pulangkan WNI eks-ISIS, Mahfud: Paspornya Sudah Dibakar, Terus Mau Diapain

"Kasihan Pertamina itu, kalau BPH mau berperan membantu. Pak Ahok bisa membantu juga sebagai komut supaya nagih biaya subsidi, kasihan Pertamina," kata Harry, di Komisi VII DPR, dikutip dari CNBC, Rabu (12/2).

Gus Irawan Pasaribu, yang tengah memimpin rapat di DPR pun menanggapi pernyataan dari Harry. Menurutnya, peran Ahok sebagai Komut sangat terbatas.

“Ahok kan komut Pak, mestinya Ahok itu jangan tanggung, jadi dirut saja. Kan enggak operasional kalau dia jadi komisaris," ujar dia.

Hindari Penyebaran Virus Corona, Ini Dia Jurus Andalan Terawan

Halaman: 
Penulis : Iskandar