logo


Kritisi Terowongan Silaturahim, PA 212: Sangat Tidak Ada Urgensinya Sama Sekali

PA 212 sebut pembangunan terowongan dari masjid istiqlal ke gereja katedral adalah hal yang mubadzir

12 Februari 2020 12:56 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengkritisi rencana Presiden Jokowi yang akan membangun terowongan silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Menurutnya rencana pembangunan tersebut tidak ada urgensinya sama sekali.

"Sangat tidak ada urgensinya sama sekali Jokowi mau bangun terowongan antara Istiqlal dan Katedral karena cuma kepisah dengan jalan," kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Ia menilai pembangunan terowongan tersebut tidak perlu apalagi saat kondisi ekonomi bangsa Indonesia sedang lesu seperti saat ini.


Karena Hal Ini, MUI Desak Jokowi Pecat Kepala BPIP

"Ini adalah hal yang mubazir, menghabiskan uang negara yang justru saat ini perkembangan ekonomi merosot tajam dan banyak rakyat kelaparan," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada masalah dengan kerukunan antar umat beragama, sehingga tidak perlu adanya terowongan yang diklaim sebagai pemersatu antar umat beragama.

Terkait Prosedur Memulai Usaha, Jokowi: Kita Harus Lebih Baik dari China

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati