logo


Terkait Prosedur Memulai Usaha, Jokowi: Kita Harus Lebih Baik dari China

Jokowi sudah memerintahkan menteri terkait untuk memastikan komponen memulai usaha yang masih bermasalah

12 Februari 2020 12:08 WIB

dok sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginannya agar kemudahan berusaha (ease of doing business/eodb) Indonesia terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan catatan Bank Dunia, kemudahan berusaha di Indonesia saat ini masih menduduki peringkat 73. Pencapaian itu naik tingkat daripada 2014 lalu yang merah posisi 120. Namun, Jokowi ingin Indonesia merangkak ke angka 40.

Sebagai perbandingan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengambil contoh China yang tak menerapkan prosedur yang terlalu rumit, seperti halnya di Indonesia.


Mahfud MD Anggap Sampah Dokumen Veronica Koman Tentang Data Korban Sipil Konflik Papua

"Saya beri contoh terkait dengan waktu memulai usaha, di negara kita ini membutuhkan 11 prosedur, waktunya 13 hari. Kalau kita bandingkan dengan Tiongkok misalnya, prosedurnya hanya 4, waktunya hanya 9 hari. Artinya kita harus lebih baik dari mereka," ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari CNBC, Rabu (12/2).

Menindak lanjuti hal tersebut, Jokowi pun memerintahkan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadahlia, untuk memantau komponen-komponen kemudahan berusaha yang masih perlu diperbaiki.

Komponen yang dimaksud di antaranya soal memulai usaha, mendapatkan perizinan konstruksi, dan perdagangan antar negara di perbatasan.

"Saya minta Menko Perekonomian dan BKPM membuat dashboard monitoring evaluasi berkala, sehingga kita bisa pastikan di beberapa komponen yang masih bermasalah," jelas Jokowi.

Karena Hal Ini, MUI Desak Jokowi Pecat Kepala BPIP

Halaman: 
Penulis : Iskandar