logo


Harga Bawang Putih Meroket, DPR Desak Kementan Lakukan Hal Ini

Harga bawang putih mahal karena adanya mafia importir

11 Februari 2020 13:48 WIB

Bawang putih
Bawang putih

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo menilai penyebab mahalnya bawang putih di pasaran dikarenakan produk dalam negeri masih belum mencukupi.

“Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri masih mengandalkan bawang putih impor karena produk dalam negeri masih belum mencukupi dan menutup kebutuhan dalam negeri,” ujar Firman saat dihubungi Jitunews.com, Selasa (11/2/2020).

Politisi senior Partai Golkar ini mengatakan bahwa selama ini bawang putih masih menganut sistem pasar bebas dan tidak ada pengendalian harga dan ada baffer stok makan harga bawang putih yang akan sangat mudah dipermainkan atau dikendalikan oleh para mafia importir.


Komisi XI Sebut Pemerintah Perlu Upaya Ekstra untuk Genjot Perindustrian

“Satu dua hari lalu bawang putih dipasaran raib habis diborong orang nggak diketahui siapa mereka. Artinya bahwa pemain pasar yang mengendalikan dan memainkan,” tuturnya.

Namun, lanjut Firman, pemerintah seperti tak berdaya untuk memberantas karena banyaknya oknum yang terlibat dalam permainan impor pangan selama ini.

“Seperti beras, daging, dan lain-lainnya. Disisi lain kita belum mempunyai data produksi dalam negeri dan data kebututahan yang dapat dipertanggung jawabkan, data selama ini selalu dibuat abu-abu,” kata Firman.

Dalam hal ini, Firman menyebut Kementrian Pertanian (Kementan) perlu melakukan penataan ulang secara menyeluruh guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Penataan ulang secara menyeluruh. Kementan harus punya perencanaan menyeluruh,” pungkasnya.

Gandeng PEA, Kementan Jalin 14 Kerja Sama: Salah Satunya Teknologi Modern Pertanian

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati