logo


Disperindag Jateng Optimis Bulan Depan Harga Bawang Putih Kembali Stabil

Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo yakin harga bawang putih kembali normal seiring diterbitkannya Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) oleh Kementan pada awal Maret 2020

11 Februari 2020 05:00 WIB

Bawang putih.
Bawang putih. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo, mengaku optimis harga bawang putih di pasaran akan kembali stabil pada awal bulan Maret mendatang, seiring dengan penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Penerbitan RPIH untuk komoditas bawang putih oleh Kementan ini memberikan sentimen positif bagi para pelaku perdagangan komoditas tersebut. Selain itu, dengan adanya kepastian itu Insya Allah stok bawang putih akan kembali melimpah di tanah air," kata Arif seperti dikutip dari Gatra.com, Selasa (11/2).

Ia menjelaskan kenaikan harga bawang putih saat ini terjadi lantaran terbatasnya jumlah stok bawang putih impor dari China di pasaran karena isu virus Corona bersamaan dengan libur Imlek di negara tersebut.


Harga Sembako Naik, Anies Baswedan: Negara Datang dengan Membawa Pasokan Tambahan

"Tentu hal ini menyebabkan sentimen negatif bagi pelaku pasar sehingga berdampak pada kenaikan harga bawang putih," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap komoditas bawang putih impor sangat tinggi setiap bulannya.

"Jika dalam waktu dekat tidak ada impor, maka yang terjadi pada bulan Maret tidak ada stok. Namun demikian, kami optimistis dalam waktu dekat akan ada impor dan bulan Maret harga bawang putih kembali stabil di angka Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," imbuh Arif.

 

Virus Corona Bukan Faktor Utama, PDIP Ungkap Alasan Utama Menipisnya Stok Bawang Putih,

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia