logo


Pertumbuhan Ekonomi Dibawah Target, Tengku Zul Sindir Presiden Sampai Kufur Nikmat

pertumbuhan ekonomi Indonesia makin menurun

10 Februari 2020 12:08 WIB

istimewa
istimewa twitter @tengkuzulkarnain

JAKARTA, JITUNEWS.COM - BPS mengeluarkan statistik perkembangan ekonomi Indonesia selama 2019. Dari data yang ada pertumbuhan ekonomi jauh dibawah target yang hanya 5.3 persen.

Capaian 2019 ini juga lebih rendah dari tahun sebelumya (5.17 persen), ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh di angka 5,01 persen.  

Sejak 5 tahun pemerintahan Joko Widodo, nilai pertumbuhan ekonomi terus saja menurun. Bahkan pada tahun 2015 nilainya dibawah 5 persen.


Gibran Ikut Proper Test DPP, PDIP Tak Istimewakan Solo di Pilkada 2020

Kondisi ini mendapatkan banyak perhatian dari politikus, pengamat dan warga Indonesia. Salah satunya Tengku Zulkarnain yang menyebut pemerintah kufur nikmat.

"Ekonomi loyo, hanya tumbuh 5% saja, penguasa minta rakyat bersyukur dan jangan kufur nikmat. Mestinya penguasa juga bersyukur dan jangan kufur nikmat. Negara kaya sumber daya alam seperti NKRI, dengan rakyat yang sabar, kok tidak bisa dikelola secara maksimal, jangan kufur nikmat!" cuit Tengku Zul dalam akun Twitternya.

Twit yang diunggah kemarin ini (9/2/20), mendapatkan hingga satu juta likes. Tengku Zul juga membenarkan jika capaian pertumbuhan ekonomi tersebut bisa dilakukan tanpa sosok seorang presiden.

"Kata ahli ekonomi UI, jika pertumbuhan ekonomi cuma 5%, tanpa presiden juga bisa tercapai. Wah, benar juga ya? Bentang laut 99.000 kilometer, garam saja impor, negara subur makmur, sayur juga impor, pupuk impor, gas impor, tenaga kerja impor. Widih, yang tidak impot apa?" tandasnya.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Negara Tetangga Bagus, Politisi Gerindra: Mengapa Indonesia Tak Bisa?

Halaman: 
Penulis : Gun-Gun