logo


Adjeng Harap Perempuan dan Anak Eks ISIS Direhabilitasi

Kalau anak direkrut di daerah konflik, secara hukum internasional disebut sebagai korban

10 Februari 2020 11:13 WIB

Adjeng Ratna Suminar meluncurkan buku yang berjudul \'Perempuan Tangguh dan Inspiratif dari Bandung\' di Day & Nite Cafe Lembang, Jawa Barat, Sabtu (2/2).
Adjeng Ratna Suminar meluncurkan buku yang berjudul 'Perempuan Tangguh dan Inspiratif dari Bandung' di Day & Nite Cafe Lembang, Jawa Barat, Sabtu (2/2). Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Anggota DPR RI Adjeng Ratna Suminar berharap semua pihak untuk melihat secara komprehensif persoalan WNI eks ISIS yang meminta dipulangkan ke Tanah Air. Adjeng fokus terhadap nasib perempuan dan anak-anak yang dibawa ke Suriah oleh para teroris ISIS.

Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41 ini mengatakan, jika mengacu pada hukum humanitarian internasional, anak-anak yang berada di kelompok teroris itu adalah korban. Sementara di Indonesia mereka juga dilindungi oleh Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Kita harus melihat secara utuh persoalan ini, tidak hanya mengedepankan emosi semata," ujar Adjeng kepada wartawan, Senin (10/2).


Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Demokrat: Bukanlah Hal Mudah Selesaikan Hal Ini

Jika nanti Presiden Joko Widodo untuk memulangkan perempuan dan anak-anak eks ISIS di Suriah, mereka harus direhabilitasi dan ditangani oleh BNPT untuk proses deradikalisasi. Hal tersebut, imbuh Adjeng, diperlukan untuk menghilangkan ideologi serta trauma perang selama di Suriah.

"Kita serahkan persoalan ini kepada pemerintah. Pemerintah pasti sudah menimbang banyak aspek termasuk soal HAM dan keselamatan negara," imbuh Adjeng.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto menilai negara wajib memberikan perlindungan kepada mereka. "Kalau anak direkrut di daerah konflik, secara hukum internasional disebut sebagai korban," kata Andhika di kantornya, Jakarta, Jumat (7/2).

Saat ini BNPT masih mengidentifikasi 600 terduga teroris lintas batas tersebut. BNPT ingin memastikan apakah mereka benar-benar WNI. Hanya, informasi yang diperoleh berupa foto ataupun nama, itu pun nama alias.

Soal Pemulangan Eks-ISIS, Politisi NasDem: Teroris Selalu Menggunakan Banyak Cover Story

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex