logo


Siapkan Bonus Demografi yang Berkualitas, Pemerintah Akan Tekan Angka Stunting

cegah stunting untuk kualitas sdm Indonesia yang unggul

9 Februari 2020 10:55 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy dalam seminar gizi bertajuk \'Pemetaan Masalah dan Solusi Penanganan Stunting Guna Menyiapkan Generasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas\' di RSUD Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2).
Menko PMK Muhadjir Effendy dalam seminar gizi bertajuk 'Pemetaan Masalah dan Solusi Penanganan Stunting Guna Menyiapkan Generasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas' di RSUD Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2). Humas PMK

BANJARMASIN, JITUNEWS.COM- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menerangkan, Indonesia memiliki problem yang besar pada usia angkatan kerja karena problem stunting. Hampir separuhnya dari jumlah usia angkatan kerja di Indonesia pernah mengalami stunting.

Menurut Menko Muhadjir, permasalahan stunting apabila tidak diselesaikan tuntas maka akan terus ada angkatan kerja Indonesia yang mantan penderita stunting. Apalagi pada tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Maka dari itu, Pemerintah akan berusaha selesaikan permasalahan stunting hingga serendah mungkin.

"Kalau bisa Indonesia mencapai angka stunting yang sangat rendah (<14%). Kalau kita ingin menyiapkan bonus demografi berkualitas. Kemudian sampai balita usia dini ini juga menjadi tanggung jawab kita mencegah mereka dari stunting. Apabila sudah lolos dari stunting itu sudah lumayan, baru setelah itu kita antar dengan memajukan pendidikan," kata Muhadjir dalam seminar gizi bertajuk 'Pemetaan Masalah dan Solusi Penanganan Stunting Guna Menyiapkan Generasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas' di RSUD Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2)


Menko PMK: Sinergitas Penanganan Banjir 3 Provinsi Berjalan Baik

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan stunting adalah permasalahan multi dimensional yang membutuhkan penyelesaian secara multi sektoral. Terawan menjelaskan pencegahan stunting yaitu dengan dua metode, yakni: intervensi spesifik berupa konseling orang tua, suplementasi gizi untuk orang tua dan anak; serta melalui intervensi sensitif berupa bantuan pangan, bantuan tunai, jaminan sosial, jamina kesehatan nasional, dan lainnya.

Pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk berinovasi dengan mengedepankan kearifan lokal masing-masing. Program intervensi spesifik gizi dan intervensi sensitif gizi harus bisa berkesinambungan untuk mencapai cakupan target maksimal hingga 90%.

 

 

Heboh Virus Corona, Menko PMK: Indonesia Masih Aman Tapi Juga Perlu Bersiap-siap

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati