logo


Intelektual NU: WNI Eks ISIS yang Bakar Paspor Tetap Harus Dilindungi

Intelektual Ulil Abshor mengatakan WNI Eks Isis yang membakar paspor bukan pada pikiran yang matang

9 Februari 2020 05:50 WIB

Sekelompok militan ISIS
Sekelompok militan ISIS TheIndependent

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wacana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia  menuai pro dan kontra dari masyarakat. Beberapa khawatir akan merusak Indonesia, namun sebagian meminta mereka dipulangkan sebagai bentuk perlindungan hak asasi manusia.

"Negara berkewajiban melindungi warga negara, termasuk warga yang sudah membakar paspor. Tapi kan kita tahu yang membakar paspor itu bukan pada pikiran yang matang," kata intelektual Ulil Absar Abdallah di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Menurutnya, negara harus melindungi semua warga negaranya, termasuk WNI eks ISIS yang sudah membakar paspor." Itu kewajiban negara, (pemerintah) nggak bisa lepas tangan warga negara yang sudah bakar pspornya," imbuhnya.


Komnas HAM Minta WNI Eks-ISIS Diadili di Indonesia

Meski demikian, Ulil meminta pemeritah selektif apabila hendak memulangkan WNI eks ISIS. Tidak semuanya dipulangkan, namun hanya WNI yang mau diedukasi.

"Jadi, menurut saya nggak bisa kita memberikan tanggapan semua dilarang masuk Indonesia. Apalagi anak-anak mereka, saya kira harus dijamin masa depannya," pungkasnya.

Dukung Jokowi, Adjeng Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati