logo


Kritik Jokowi Terkait Terowongan Silaturahim, PBNU: Ini Bagian Strategi Politik?

PBNU tidak paham maksud dan tujuan pembangunan terowongan silaturahim dari masjid istiqlal ke katedral

9 Februari 2020 05:22 WIB

Ketua PBNU, Said Aqil Siradj.
Ketua PBNU, Said Aqil Siradj. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mempertanyakan rencana Presiden Joko Widodo yang akan membuat terowongan silaturahim dari Masjid Istiqlal hingga ke Gereja Katedral.

"Apa budaya atau agama atau politik? Saya enggak paham itu. Saya baru tahu setelah diresmikan oleh Pak Jokowi di televisi," kata Said Aqil di Gedung PBNU di Jalan Kramat, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Menurutnya pembangunan terowongan tersebut tidak memiliki nilai. Ia pun menduga ada kepentingan-kepentingan lain dalam rencana pembangunan terowongan tersebut.


Hadiri HPN, Jokowi: Teman Sejati Saya Adalah Wartawan

"Apakah nilai budaya, agama atau ini cuma bagian strategi politik?," tanyanya.

Ia menjelaskan bahwa silaturahim antar umat beragama tidak harus dengan membangun terowongan silaturahim. Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga silaturahim. "Apakah harus begitu (melalui terowongan). Begitu loh pertanyaannya," ungkapnya.

Dukung Jokowi, Adjeng Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati