logo


Hasil Survei IPO Sebut Publik Minta Yasonna Mundur dari Menkumham

Hasil survey tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah menyebut bahwa ada 3 nama menteri yang layak diganti

8 Februari 2020 16:00 WIB

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berdasar hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang dilakukan oleh Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada bulan Januari 2020 kemarin, 40% masyarakat menilai Presiden Joko Widodo perlu meresuffle tiga nama menterinya. Ketiga nama tersebut ialah, Menteri Agama Fachrul Razi, Menkominfo Johnny G Plate dan Menkumham Yasonna Laoly.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam Diskusi Mingguan Polemik Trijaya di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu (8/2).

Ia menyebut bahwa kinerja ketiga menteri tersebut dinilai buruk oleh publik lantaran dipengaruhi oleh isu korupsi, adanya kegaduhan dan konflik kepentingan.


Wahyu Setiawan Ngaku Tak Kenal Harun Masiku, ICW: Pesimis KPK Akan Berhasil

"Kenapa dianggap paling buruk? Itu 31% dipengaruhi isu korupsi terhadap Kementerian tersebut, kemudian 8%-nya karena kegaduhan. Kemudian 11% karena Menterinya dianggap orang partai politik," ujar Dedi.

Belakangan ini, nama Yasonna Laoly dikaitkan dengan kasus suap yang dilakukan olhe politisi PDIP Harun Masiku. Yasonna dinilai menyembunyikan keberadaan Harun yang saat ini tengah menjadi buronan KPK.

Tak Mau Intervensi Kasus Harun Masiku, BIN Sebut Hanya Bekerja untuk Kepentingan Negara, Bukan Pribadi atau Golongan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia