logo


Terkait WNI eks-ISIS, Staf Presiden: Mereka Tidak Menginginkan Jadi WNI

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani menilai WNI eks ISIS telah membakar paspor mereka saat bergabung dengan ISIS, sehingga dianggap bukan WNI lagi.

7 Februari 2020 19:30 WIB

Sekelompok militan ISIS
Sekelompok militan ISIS TheIndependent

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan simpatisan ISIS yang melakukan tindakan simbolis dengan membakar paspor Indonesia milik mereka saat bergabung dengan kelompok militan Irak tersebut dianggap sudah bukan termasuk Warga Negara Indonesia oleh Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani.

Ia menilai tindakan membakar paspor tersebut menunjukkan bahwa mereka tak ingin lagi menjadi WNI.

"Kalau mereka masih punya paspor ya tentu masih (WNI). Tapi kalau sudah dibakar dan mereka tidak menginginkan jadi WNI, sudah jelas kita tahu itu bukan WNI," ujar Dhani di kantor KSP, Jakarta, Jumat (7/2).


Terima Pujian dari Jokowi, Yusril: Kami Tak Ingin Jadi Trouble Maker atau Pembuat Beban

Ia mengungkapkan bahwa saat ini, nasib sejumlah mantan anggota ISIS dari Indonesia tersebut masih akan dibahas oleh Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) bersama sejulah kementerian terkait sebelum akhirnya pemerintah Indonesia melakukan untuk memulangkan mereka.

"Presiden perlu mendapat masukan dari berbagai sumber, bukan hanya Kemlu terkait perlindungan WNI di luar negeri tapi juga dari BNPT, BIN, BAIS, supaya dapat keputusan yang komprehensif," katanya.

Soal Kembalinya WNI Eks ISIS, BNPT Tegaskan Pemerintah Belum Akan Bertindak

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia