logo


Warga Tunggu Kompensasi Pencemaran Debu Krakatau Steel

Warga berharap ada itikad baik dari perusahaan

7 Februari 2020 10:00 WIB

Sejumlah warga di Lingkungan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon yang mengeluhkan pencemaran debu sisa produksi PT Krakatau Steel (KS)
Sejumlah warga di Lingkungan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon yang mengeluhkan pencemaran debu sisa produksi PT Krakatau Steel (KS) Istimewa

BANTEN, JITUNEWS.COM - Sejumlah warga di Lingkungan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon berang, mengeluhkan pencemaran debu sisa produksi PT Krakatau Steel (KS) yang terjadi 13 Desember lalu. Warga mengaku hingga saat ini belum mendapat kompensasi dan pertanggungjawaban atas kejadian itu.

Hearing bersama perwakilan warga dari wilayah 5 kelurahan yakni Kelurahan Warnasari, Samangraya, Deringo, Lebak Denok dan Kubang Sari dengan PT Krakatau yang di mediasi DPRD kota Cilegon pada akhir desember, tidak menemukan kesepakatan.

Mastur, warga Samangraya mengaku, hingga dua bulan kurang, pihak KS belum memberikan kompensasi apapun untuk warga yang terdampak.


Kunjungi Korban Gempa, Mensos Janjikan Bantu Dana Pembangunan Rumah Rusak

“Sampai sekarang pihak KS tidak ada pertanggungjawaban apapun untuk warga, mereka hanya kasih susu satu kaleng untuk satu rumah, dan diberi masker itu dua hari setelah kejadian," paparnya kepada wartawan, Kamis (6/2).

Mastur yang ditemani warga sekitar, berharap ada itikad baik dari perusahaan maupun pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan itu.

"Tidak ada itikad baik dari pihak KS untuk memberikan ganti rugi untuk warga yang terdampak, buat apa ada proyek tersebut kalau hanya untuk mencemari masyarakat," tandasnya.

Sementara Ketua RT 01 Ahmad Bahroji, mengakui, sudah melaporkan hal tersebut melalui Dinas Lingkungan Hidup namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

"Kami hanya minta keseriusan dan tindak lanjut dari PT KS, tidak dalam bentuk uang. Maaf kami punya harga diri, punya anak dan istri yang terdampak, banyak yang sakit pernafasan sampai pingsan, pertanggungjawabannya mana? Kami mendapatkan desakan dari warga," ujar Ahmad.

Hal tersebut diamini juga oleh Haerudin dan Yusuf Efendi, mereka menduga ada permainan dalam hal mengambangnya persoalan ini.

"Kami yakin ada pihak yang bermain dalam kejadian ini, warga yang menjadi korban," imbuhnya.

Hingga saat ini Jitunews masih mencoba menghubungi manajemen Krakatau Steel untuk meminta penjelasannya.

Merasa Kecolongan, Kapolda Banten: Pengamanan Menkopolhukam Sesuai SOP

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Aurora Denata