logo


Penerbangan China di Stop, Arief Poyuono: Jokowi Membuat Sakit Hati China

Arief Poyuono mengomentari kebijakan penutupan penerbangan dari dan menuju China

7 Februari 2020 08:56 WIB

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono.
Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengomentari kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia terkait penutupan akses penerbangan dari dan menuju ke China dan pemberhentian impor dari China. Menurutnya kebijakan tersebut akan berdampak buruk pada perekonomian Indonesia.

"Ini Kang Mas Joko Widodo bukan menunjukkan solidaritas atau menawarkan bantuan medis ke China malah membuat sakit hati pemerintah China yang sudah banyak mendorong investasinya ke Indonesia," kata Arief di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Ia menilai dampak kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia bisa saja dibalas oleh pemerintah China. Ada kemungkinan China akan menolak komiditi ekspor dari Indonesia misalnya CPO dan batu bara.


Meski Pemerintah Tegas Tolak Evakuasi Warga Timor Leste, Kupang Beri Kesempatan

"Nah, kalau sudah begini akan banyak berpengaruh terhadap pendapatan petani sawit dan perkebunan sawit yang menurun nantinya. Serta pemasukan devisa negara, sementara impor migas semakin jor-joran," ujarnya.

Selain itu, Arief menyebutkan pembalasan China terhadap Indonesia bisa dilakukan dengan pembatalan sejumlah investsi. "Termasuk utang-utang Indonesia ke China, kalau China tidak mau dilakukan penundaan atau penjadwalan, tetapi harus dibayar makin hancur lagi nilai kurs rupiah," pungkasnya.

Cegah Virus Menular, Mahfud MD Sebut Akan Jadikan Pulau Kosong untuk Rumah Sakit

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati