logo


Tutup Kebocoran Pendapatan Perusahaan, ASDP Terapkan Pembayaran Nontunai di Pelabuhan

Sejak 2018 ASDP telah memberlakukan sistem pembayaran nontunai

6 Februari 2020 14:55 WIB

Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi Indonesia Ferry (Persero) saat acara Ngopi pagi Bareng BUMN di Kantor Kementerian BUMN Jakarta
Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi Indonesia Ferry (Persero) saat acara Ngopi pagi Bareng BUMN di Kantor Kementerian BUMN Jakarta Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai perusahan plat merah yang yang ditugasi menghubungkan pulau-pulau melalui transportasi lautnya terus berbenah.

Dirut ASDP, Ira Puspadewi, mengungkapkan potensi penghasilan perusahan plat merah yang menguasai 245 rute penyebrangan dan juga mengelola 202 kapal Ferry itu sangatlah besar. Walaupun Ira mengakui tak semua rute menguntungkan oleh sebab itu ada pihaknya memberlakukan subsidi silang.

Oleh sebab itu pihaknya harus mengoptimalkan pendapatan dengan mengurangi kebocoran. Hal yang dilakukan untuk merelisasikan hal tersebut adalah dengan menciptakan sistem pembayaran nontunai di empat pelabuhan yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.


Erick Thohir Diminta Copot Petinggi BTN yang Terlibat Korupsi

"Maka itu, kita harus menciptakan semacam mekanisme transaksi," ujar Ira di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2).

Lebih lanjut, Ira mengungkapkan sejak 15 Agustus 2018, pihaknya telah memberlakukan sistem pembayaran nontunai. Dengan diberlakukannya sistem ini Ira optimis kebocoran perusahaan bisa disumbat dan bisa menekan peredaran uang tunai di pelabuhan. Dia mengakui peredaran uang tunai saat puncak arus seperti musim lebaran di loket pelabuhan mencapai Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

"Ini di pelabuhan loh, kalau sistemnya belum digital masih sangat manual dan belum pakai bank. Kebayang tidak dampak bocornya gimana," ungkapnya.

Ira mengungkapkan pihaknya juga memberantas praktek pungutan liar di pelabuhan. Salah satunya dengan menertibkan keberadaan pengurus truk atau petruk yang berada di Pelabuhan Merak. Keberadaan petruk ini sudah turun temurun dan dia mengakui Petruk ini mendorong banyak oknum ASDP bermain dan tidak bersih dalam mengelola pelabuhan. Oleh sebab itu pihaknya serius dalam memberantasnya, melalui transaksi nontunai ini keberadaan mereka sudah tergeser perlahan walaupun belum sepenuhnya bersih.

"Pengurus truk ini biasanya membantu mengamankan truk alias titik, itu ada ekonomi tersendiri, jadi itu membuat ASDP juga kemarin-kemarin menjadi tidak bersih," pungkasnya.

Listrik di Aceh Kembali Normal Pasca Gangguan

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata