logo


Luas Hutan dan Lahan Terbakar Bertambah, Jokowi: Apa Kurang yang Dicopot?

Jokowi menyebut peristiwa karhutla 2015 dijadikan evaluasi penanganan

6 Februari 2020 11:20 WIB

dok sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menjadikan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2015 untuk evaluasi penanganan musibah.

"Di dalam pengalaman saya tahun 2015 betul-betul sebuah kebakaran besar. Sebagai presiden yang baru saja berapa bulan, tahu-tahu dapat peristiwa itu sehingga kesiapan kita saat itu masih baru melihat lapangannya. Saat itu 2,5 juta hektare lahan kita terbakar baik lahan gambut dan hutan," kata Jokowi di saat memberikan arahan upaya peningkatan pengendalian karhutla Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).

Jokowi menyebut luasan lahan yang terbakar pada tahun 2016 dan 2017 menurun.


PKB: Ya Memang Lucu, Sumber Daya Kita Melimpah Tapi Impor

"Begitu 2016 kita berkumpul, bruk, 2017 turun ini terkecil menjadi 150.000 hektere yang terbakar dari sebelumnya 2,5 juta hektare (di 2015)," ungkapnya.

Namun, di tahun 2018 dan 2019 luasan lahan yang terbakar kembali naik. Hal tersebut membuat Jokowi bertanya-tanya.

"Tapi 2018 naik lagi menjadi 590.000 hektare. Ini ada apa? Sudah bagus-bagus 150 kok naik lagi. 2019 naik lagi jadi 1,5 ini apa lagi, apa kurang yang dicopot? Apa kurang persiapan?" katanya.

"Kita tidak ingin seperti kebakaran di Rusia mencapai 10 juta hektare, Brasil 4,5 juta, Bolivia 1,8, Kanada 1,8 juta dan terakhir kebakaran besar terjadi di Australia, informasi pagi tadi 11 juta hektare," kata Jokowi.

WNI di Singapura Positif Corona, Begini Tanggapan Jokowi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata