logo


Tak Hanya Bayar Tebusan, PPP Desak Jokowi Cari Solusi untuk Bebaskan WNI dari Abu Sayyaf

PPP meminta WNI yang disandera Abu Sayyaf dibebaskan

5 Februari 2020 16:32 WIB

Kelompok Abu Sayyaf berkumpul di hutan kepulauan Basilan, Filipina Selatan.
Kelompok Abu Sayyaf berkumpul di hutan kepulauan Basilan, Filipina Selatan. Radio Free Asia

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi I DPR RI, M Iqbal mengaku sangat menyesalkan kasus penculikan 5 nelayan Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Terlebih kelompok Abu Sayyaf menculik WNI ini bukan baru kali ini saja,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Politisi PPP ini mendorong pemerintah Indonesia untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina dalam upaya membebaskan lima WNI tersebut.


Sarankan Pemerintah Cabut Paspor WNI eks-ISIS, Mantan Ketua MK: Kalau Tidak Begitu, Nanti Tidak Ada Efek Jera

Dia juga mengimbau seluruh nelayan dari Indonesia agar tidak melaut di perairan sekitar Sabah dan wilayah lainnya yang belum terjamin keamanannya.

“Hal ini untuk mencegah kembali terjadi kasus penculikan WNI oleh kelompok manapun,” tuturnya.

M. Iqbal juga mendorong pemerintah agar mencarikan solusi selain membayar uang tebusan untuk membebaskan WNI, mengingat sebelumnya pemerintah Indonesia telah membayar tebusan untuk membebaskan WNI dulu pernah disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Saya juga mendorong pemerintah Indonesia bekerjasama dengan pemerintah Filipina dan pihak terkait untuk membasmi sampai habis jaringan kelompok Abu Sayyaf agar tidak lagi melakukan penculikan,” pungkasnya.

Desak Pemerintah Pulangkan 600 WNI yang Tergabung ISIS, Fadli Zon: Mereka Adalah Korban

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati
 
×
×