logo


Komodifikasi Model Endorse dalam Industri Budaya Fashion dan Kosmetika

Hiperrealitas Fashion Endorse pada Produk Kosmetik dan Busana Remaja di Media Sosial

5 Februari 2020 12:45 WIB

Dr©Endah Fantini,A.md.,S.T.,M.IKOM
Dr©Endah Fantini,A.md.,S.T.,M.IKOM Dok. Pribadi

Industri fashion dan kosmetika hingga saat ini masih merajai item-item produk yang ditawarkan di dalam e commerce. Vendor-vendor baru terus bermunculan di situs jual-beli produk mengingat aktivitas atau kegiatan promosi di media sosial saat ini gencar dilakukan mengingat beberapa pihak menilai bahwa promosi yang dilakukan di media sosial efektif dan pengguna sosial media aktif terus bertambah dan berkembang. Hal ini tentunya juga menjadi bagian dari individu yang partisipatif dalam kegiatan jual beli secara online lantaran internet adalah ladang bisnis baru bagi pebisnis muda atau pebisnis pemula.

Selain itu aktivitas penawaran produk atau perdagangan di media sosial mudah untuk dilakukan lantaran adanya bentuk penawaran yang dilakukan tanpa memperlihatkan wajah si produsen, kemudian platfom teknologi yang digunakan pun juga efisien dengan perangkat mobile technology dengan harga yang beragam dan juga terjangkau. Sehingga dari sini memudahkan bagi para produsen baru untuk memasarkan produknya.

Media sosial sebagai bagian dari budaya populer bukan hanya digunakan oleh khalayak luas untuk menampilkan suatu identitas diri melalui perwajahan di internet, melainkan juga dimanfaatkan sebagai sarana berbisnis global. Seperti halnya produk fashion di media instagram sebagai sarana promosinya, termasuk menjadikan publik amatir sebagai model endorse untuk produk fashion dan kosmetika. Namun kegandrungan para remaja menjadi modelini kemudian terlihat sebagai bentuk pemanfaatan tubuh sebagai ‘alat jual’ untuk mempromosikan produk dan meningkatkan nilai jual produk yang dipromosikan. Sehingga dalam penelitian ini memfokuskan pada persoalan komodifikasi remaja sebagai model endorse di media sosial instragram yang menjadi salah satu media sosial populer di masyarakat.


Lebih dari 50 Desainer Fashion Meriahkan Pameran Indocraft 2019

Teori yang digunakandalampenelitian ini menggunakan Teori Simulacra menurut perspektif Baudrillad dalam kebudayaan modern. Pendekatan riset dalam penelitian ini adalah dengan metode Semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan terhadap tanda pada iklan produk, penggunaan model yang tidak dikenal bagi pihak produsen diuntungkan dengan model amatir yang memiliki perawakan yang mumpuni serta dibayar murah dan bisa mendatangkan keuntungan agar mampu memikat pelanggannya untuk mencoba memakai produk yang ditawarkan dan berusaha untuk menyerupai. Sehingga aspek infrastruktur ini sebagai bagian kekuatan kapitalis dalam mendatangkan keuntungannya serta bentuk ideologis penanaman kesadaran palsu tentang prestise individu. Paradigma yang bisa digunakan melihat fenomena dan permasalahan semacam ini, menggunakan paradigma Posmodern kritis.

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan yang juga model endorse salah satu produk fashion pria yang cukup ternama di kalangan remaja, Syahril (20) ini mengatakan bahwa sebagai model endorse dirinya menamakan dirinya juga influencer atau pihak yang mampu mempengaruhi orang lain. Sebagai model endorse juga berada dibawah manajemen pengelolaan kinerja model dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk jasa model atau endorse busana, kosmetika,benda-benda elektronik dan lain sebagainya. Syahril mengakui bahwa terkadang dirinya dimanfaatkan untuk mempromosikan produk yang hanya dengan imbalan diberikan beberap potong baju ataupun hanya mendapatkan payment yang tarifnya bisa dibawah standar kerja.

Bahkan seorang endorse pun juga harus memiliki akun instagram dan turut partisipasi dalam mempromosikan produknya melalui instagram dalam perjanjian kurun waktu yang ditentukan. Berdasarkan seluruh kajian pembahasan yang telah dituliskan, maka dapat dilihat bahwa ada upaya bagi instansi untuk meningkatkan surplus pendapatan perusahaannya dengan memanfaatkan model yang bisa dibayar lebih murah dan juga memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya. Selain itu ideologi kapitalis ditanamkan dengan melakukan suatu penanaman kesadaran bagi model endorse tentang eksistensi, pengenalan nama atau figur dan juga pengembangan yang tentunya dari kesemua itu adalah bertujuan untuk membangun nilai surplus secara finansial perusahaan.

Sementara dari kajian simulacra, dapat terlihat bahwa produk fashion maupun kosmetika ini membangun pesan yang bersifat persuasif untuk membentuk suatu simulasi masyarakat yang terlihat seolah tidak membedakan antara realitas fakta maupun diluar realitas. Berdasarkan hasil analisa dan kajian pembahasan yang telah dibahas sebelumnya, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Tanda pada media promosi iklan memiliki keterkaitan visual dengan nuansa remaja dan juga untuk mengajak khalayak sebagai bagian dari konsumen dengan meyakinakan kesadaran khalayak bahwa kualitas produk terlihat nyata dan bisa ditirukan penggunaan gaya dan juga meyakinkan dari kualitas produknya. Adapun tanda dan simulasi iklan mencoba untuk menanamkan kesadaran palsu kepada masyarakat tentang ouput dari kualitas produk adalah nyata dan diyakini memiliki kualitas lebih.

2. Makna tanda secara keseluruhan terlihat menitik beratkan pada warna, visual dan juga teks. Teks pada iklan instagram dan diekspose secara terbuka di media sosial tidak memperhatikan aspek estetika visual maupun estetika kata atau kalimat serta estetika dalam menampilkan figur model yang tidak teratur secara penataan sehingga terlihat seperti foto biasa dan akses persuasi produk pun menjadi terhambat. Dilihat dari warna pada foto pun juga tidak menampilkan bentuk warna elegan sehingga dilihat tanda pada warna visual iklan pun menjadi kurang menekankan pada kekuatan atau keutamaan produk.

3. Pemodelan endorse instagram disini terlihat bahwa figur model yang tidak dikenal dimanfaatkan sebagai objek atau alat komoditi bagi vendor iklan atau produsen


Penulis:

Dr©Endah Fantini,A.md.,S.T.,M.IKOM
Praktisi Media, Influencer, Advertising Assesor, Trainer, Lecturer, Consultant, Entrepreneur, Government Officials

Pameran Indocraft ke-16 Sajikan Berbagai Produk Fashion dan Kerajinan Khas Indonesia

Halaman: 
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex