logo


Pakar Sebut Virus Corona Tidak Akan Betah dengan Iklim Indonesia

Pendapat beberapa pakar dan peneliti yang menyebut virus Corona tidak bisa hidup di wilayah beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang intens

5 Februari 2020 06:37 WIB

fox6now.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ahli mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra mengatakan ada pengaruh lingkungan dan cuaca terhadap daya tahan virus Corona meski faktor tersebut belum bisa dipastikan membuat Indonesia masih aman dari bahaya virus tersebut.

"Bisa jadi memang karena belum ada yang tertular virus tersebut. Kalaupun ada, mungkin masih dalam fase inkubasi sehingga belum muncul gejala penyakitnya," katanya dikutip dari Tempo.co, Senin (3/2) lalu.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan dari pernyataan Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus di Rumah Sakit Umum Pendidikan dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Anggraeni, yang menyebut jika virus Corona Wuhan tidak bisa tahan dengan paparan sinar matahari yang cukup intens.


Wabah Virus Corona, Pemerintah Bakal Perpanjang Izin 'Overstay' WN China

Keterangan tersebut juga senada dengan pernyataan pakar paru dari Fakultas Kedokteran UI, Erlina Burhan, yang menjelaskan jika #viruscorona tidak akan tahan dengan iklim tropis di Indonesia.

“Virus akan mati dalam kondisi panas. Kalau virus corona berada di udara dan kena panas, harusnya mati. Itulah sebabnya risiko di Indonesia lebih rendah,” katanya.

Hal tersebut juga sejalan dengan keterangan Sugiyono yang menjelaskan bahwa virus Corona mampu bertahan hidup pada daerah dengan kelembapan udara 20 hingga 70 persen. sebagai tambahan informasi, Kota Wuhan memiliki kelembapan udara 50%, sedangkan kelembapan udara di Jakarta jauh lebih tinggi yakni diatas 85%.

Bamsoet Sebut Pemerintah Gagap dalam Sosialisasi Terkait Karantina WNI di Natuna

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia