logo


Soal PGN Ingin Hapus PPN, Politisi PKB: Itu Namanya Mau Enaknya

Penghapusan PPN oleh PGN dinilai tindakan semena-mena

4 Februari 2020 10:55 WIB

Ilustrasi, PGN.
Ilustrasi, PGN. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengkritik rencana Perusahaan Gas Negara (PGN) soal yang ingin menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) agar harga gas industri bisa menjadi US$ 6 MMBTU.

Dia menilai usulan yang dilontarkan oleh PGN terkait dengan dihapuskannya PPN merupakan tindakan yang semena-mena.

"Itu namanya mau enaknya. Nanti yang lain minta juga. Makin kecil penerimaan negara. Hitung yang benar komponen produksi gas kita," ujar Faisal di Jakarta, Selasa (4/2/2020).


Gunakan GasMin, Industri Kecil di Sidoarjo Mampu Tingkatkan Omset Secara Efektif

Dia meyakini solusi menyelesaikan wacana penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) agar harga gas industri bisa menjadi US$ 6 MMBTU.

“Ada cara lain untuk mengurangi biaya produksi efiseinsi semua biaya tinggi yang masuk dalam komponen produksi,” kata dia.

“Kita negara yang cadangan gasnya besar di dunia, masa kalah dengan negara lain," tuturnya.

Politisi PKB ini berharap agar pemerintah dan PGN bisa menyesinergi program startegis agar BUMN bisa membawa manfaat.

"Jadi pada penurunan biaya produksi PGN dan biaya gas untuk industri. Sinergi itu harus berujung pada efisiensi sehingga punya dampak besar pada industri," pungkasnya.

Kecam Felix Siauw, Lukman Hakim: Anda Nyata-nyata Agen HTI yang Sistematis Mau Merusak Islam

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata