logo


SKPT Mimika Berdampak Positif Pada Ekonomi Perikanan Masyarakat di Timur

SKPT Mimika berlokasi di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paumako

4 Februari 2020 09:35 WIB

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Agus Suherman
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Agus Suherman KKP

Pemanfaatan bantuan oleh nelayan, seperti kapal dan alat penangkap ikan telah berkontribusi dalam menambah volume tangkapan sebesar 14,04 ton pada periode Desember 2018 s/d Agustus 2019.

Lebih lagi bantuan tersebut mendorong peningkatan pendapatan rata-rata penerima bantuan sebesar Rp2 juta per bulan. Awalnya pada musim udang, nelayan hanya menerima pendapatan sekitar Rp2.5 juta - Rp3 juta dan setelah menggunakan bantuan kapal dan alat penangkap ikan menjadi sekitar Rp4.5 juta - Rp5 juta per bulan.

Menurut Agus, keberadaan SKPT Mimika telah mampu mengintegrasikan proses bisnis kelautan dan perikanan berbasis masyarakat yang sudah mulai berjalan di PPI Pamaoko.


Terbukti Behasil, DPR Minta KKP untuk Dorong Budidaya Lele Bioflok

"Saat ini, sudah ada 3 pelaku usaha (offtaker) yang menampung hasil tangkapan nelayan yaitu Koperasi Perikanan Mbiti, UD. Arafura dan BUMN Perikanan PT. Perikanan Nusantara (Perinus). Untuk Koperasi Mbiti selain sebagai offtaker juga sudah menjual es hasil dari Ice Flake Machine. Koperasi ini juga secara kontinyu telah melakukan ekspor udang dari hasil tangkapan nelayan sekitar,” terang Agus.

”Ikan dari nelayan sudah bisa kita beli dengan harga yang lebih bagus. Contoh ikan Mackerel yang sebelumnya 5-6 ribu per kilo, sekarang mampu dibeli oleh BUMN perikanan Perinus dan Koperasi seharga 8-9 ribu," lanjutnya.

Untuk BUMN Perikanan PT. Perinus, saat ini telah merampungkan dokumen perizinan dan sementara proses sertifikasi ekspor hasil perikanan, sehingga dalam waktu dekat ini akan siap ekspor produk perikanan seperti : ikan pelagis kecil, ikan demersal, loin beku, loin segar, kepiting hidup dan udang beku.

Cegah Virus Korona Masuk Indonesia, Angkasa Pura II dan KKP Periksa Penumpang

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata