logo


Stop Hoaks Virus Corona! Menteri Kominfo Ancam Ambil Tindakan Tegas

Belakangan ini masih muncul kabar bohong mengenai virus corona

3 Februari 2020 14:15 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate saat konferensi Pers Terkait RUU RDP di Jakarta
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate saat konferensi Pers Terkait RUU RDP di Jakarta jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kabar penyebaran virus Corona di Indonesia dalam rentang 14 hari ke belakang masif terjadi. Disinfirmasi mengenai penyebaran Virus Corona atau Novel C0r0navirus (2019-HCOV) di Indonesia meningkat.

Menyikapi hal ini Kementerian Kominfo proaktif melakukan pemblokiran konten dan mendorong aparat penegak hukum melakukan penindakan atas pelaku penyebaran hoaks terkait Virus Corona.

Menteri Kominfo, Johnny Plate, mengungkapkan pihaknya sudah menjaring kabar hoaks terkait hal ini, tercatat ada 54 informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial dan platform pesan instan.


Dubes Ungkap Kondisi 3 WNI di China yang Gagal Pulang ke Indonesia

"Hasil pantauan Tim AIS Kementerian Kominfo ada 54 informasi hoaks. Isinya beragam, mulai dari soal sumber penyebaran, ada kabar pasien di rumah sakit beberapa daerah terkena Virus Corona, hingga soal pencegahan dan penyembuhannya," ungkap Johnny di hadapan wartawan pada sesi Konferensi Pers mengenai Penanganan Hoaks Terkait Virus Corona di kantor Kementerian Kominfo, (03/02).

Menurutnya dari pantauan pihaknya di media sosial percakapan masalah ini meningkat. "Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36, hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan," imbuhnya.

Selanjutnya, Kominfo akan melakukan tindakan tegas dengan melakukan pemblokiran konten penyebaran berita hoaks dan akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan tindakan hukum.

"Kami tak segan lakukan blokir dan mendorong penegak hukum mengambil langkah tegas," tandasnya.

Johnny G Plate mengingatkan kembali agar warganet tidak menyebarkan hoaks. Penyebar hoaks diingatkan bahwa tindakan ini melanggar Pasal 28 ayat (l) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 19/2016).

WNI dari Hubei di Natuna, Jokowi: Kita Memerlukan Kebesaran Hati Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata