logo


Soal Perusakan Musala di Minahasa, Kemenag Akhirnya Turun Tangan: 'Torang Semua Basaudara'

Kemenag akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan permasalah terkait perusakan sebuah rumah ibadah Musala di wilayah Minahasa Utara, Sulut

1 Februari 2020 13:33 WIB

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara Abd Rasyid
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara Abd Rasyid (Dok. Kemenag)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perusakan terhadap rumah ibadah (Musala) yang terjadi di Minahasa Utara akhirnya mendorong Kementerian Agama turun tangan. Melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara akhirnya mengeluarkan surat rekomendasi pendirian rumah ibadah Masjid Al Hidayah. Masjid berlokasi di Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan.

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Utara Abd Rasyid menegaskan bahwa dirinya sudah menerima tembusan surat rekomendasi persetujuan yang dikeluarkan Kankemenag Minahasa Utara.

Dia menyebutkan surat rekomendasi dengan No B-263/KK.23.13.2/BA.00.1/01/2020 itu ditandatangani oleh Kepala Kantor Kemenag Minahasa Utara Anneke M Purukan per 31 Januari 2020.


Makin Nyaman, Begini Cara Kemenag Tingkatkan Layanan Haji 2020

Dalam surat tersebut menyatakan tidak keberatan dan menyetujui permohonan pendirian Masjid Al Hidayah Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan.

"Surat diterbitkan setelah Kankemenag menelaah surat dari Majelis Ta'lim Al Hidayah Perum Agape Griya Desa Tumaluntung tanggal 30 Januari 2020 perihal Permohonan Rekomendasi," ujar Abd Rasyid (01/02).

Isi surat tersebut termaktub beberapa ketentuan yang harus dipatuhi. Diantaranya tetap menjaga dan memelihara stabilitas nasional. Kedua, menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, melakukan koordinasi, melapor pada pemerintah setempat.

Selanjutnya, menyampaikan laporan secara berkala tentang keberadaan dan perkembangan Masjid Al Hidayah Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara

Terakhir apabila di kemudian hari ada hal-hal yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku, maka Surat Rekomendasi ini dapat ditinjau kembali.

Abd Rasyid juga mengungkapkan surat rekomendasi ini juga ditembuskan kepada Bupati dan Kapolres Minahasa Utara.

Dengan terbitnya surat rekomendasi ini dirinya berharap, surat ini dapat segera ditindaklanjuti dengan proses penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) sehingga pendirian Masjid Al Hidayah Perum Agape Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan sesuai ketentuan.

"Semoga setelah ini, ke depan tidak ada lagi kasus seperti ini. Lagi pula, daerah Sulut terkenal sebagai daerah paling toleran. Bahkan, Pemerintah Daerah telah mencanangkan sebagai rool model dan laboratorium toleransi beragama di Indonesia," tutur Rasyid.

"Torang semua basaudara. Torang semua ciptaan Tuhan," pungkasnya.

Haji 2020, Biaya Tidak Naik dan Uang Saku Jamaah Tak Dipotong

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Tino Aditia