logo


Singgung Kenaikan Iuran BPJS dan Pembatasan Subsidi Gas Elpiji, Said Aqil: Terus Terang Hal Ini Jadi Keresahan Masyarakat

Langkah pemerintah tersebut dinilai membuat masyarakat ekonomi lemah semakin tak berdaya

1 Februari 2020 07:00 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menyoroti langkah pemerintah yang akan menaikkan harga sejumlah layanan publik.

Menurutnya, wacana tersebut tentu semakin menyudutkan masyarakat. Sebab, kondisi masyarakat saat ini sedang tertekan dalam ranah ekonomi.

"Perbincangan hangat di masyarakat adalah mengenai kenaikan iuran BPJS kelas III, wacana pembatasan subsidi gas elpiji tiga kilogram, dan rencana impor garam besar-besaran. Terus terang hal ini menjadi keresahan masyarakat," kata Said dalam pidatonya pada acara peringatan Harlah NU ke-94 di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, dilansir dari Tempo, Jumat, (31/1).


Gedung Baru PBNU Bakal Jadi Pusat Kajian dan Intelektual NU

Said mengatakan bahwa pihaknya telah meminta pemerintah untuk menemukan solusi di tengah kegelisahan masyarakat terkait kondisi ekonomi.

Dia menilai perlu adanya revitalisasi gerakan ekonomi nasional dalam menghadapi persaingan ekonomi global saat ini. Kebijakan-kebijakan jangka pendek yang bersifat afirmatif sebaiknya terus dijalankan.

PBNU Soal Kasus Jiwasraya dan Asabri: Sekian Kezaliman Ekonomi yang Tak Boleh Terjadi

Halaman: 
Penulis : Iskandar