logo


PBNU Soal Kasus Jiwasraya dan Asabri: Sekian Kezaliman Ekonomi yang Tak Boleh Terjadi

Kesalahan penempatan investasi hingga rekayasa saham dinilai sebagai kezaliman ekonomi

1 Februari 2020 06:00 WIB

Said Aqil Siroj
Said Aqil Siroj Nu.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, menilai pengelolaan industri asuransi di Indonesia masih buruk. Hal itu menyusul kasus gagal bayar perusahaan asuransi Jiwasraya dan Asabri yang telah terungkap.

Baik Jiwasraya maupun Asabri termasuk perusahaan pelat merah yang mengelola dana publik. Said menyebut pengelolaan uang rakyat secara asal-asalan adalah bentuk kezaliman ekonomi.

"Kesalahan penempatan investasi hingga rekayasa saham overprice merupakan satu di antara sekian kezaliman ekonomi yang tidak boleh terjadi," kata Said dalam pidatonya di acara peringatan Harlah NU ke-94 di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat, dilansir dari Tempo (31/1).


Gedung Baru PBNU Bakal Jadi Pusat Kajian dan Intelektual NU

Lebih lanjut, Said juga mengkritisi pengelolaan sektor ekonomi strategis yang kini justru dikendalikan segelintir konglomerat. Menurutnya, pengelolaan sumber alam dan anggaran negara harus berpihak pada masyarakat miskin.

"Kenyataan yang sering dijumpai, akses perbankan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah tidak mudah, berbeda dengan pelaku usaha besar (konglomerat)," ujar Said.

Usai Diperiksa, Tersangka Kasus Jiwasraya: Kenapa Enggak Semua Ditangkap?

Halaman: 
Penulis : Iskandar