logo


Gedung Baru PBNU Bakal Jadi Pusat Kajian dan Intelektual NU

PBNU bangun gedung ke 3 bersama Kresna Group

31 Januari 2020 18:48 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Kresna Group melaksanakan Groundbreaking pembangunan Gedung PBNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (31/1/2020).
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Kresna Group melaksanakan Groundbreaking pembangunan Gedung PBNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (31/1/2020). jitunews/Khairulanwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Kresna Group melaksanakan Groundbreaking pembangunan Gedung PBNU, Jumat (31/1).

Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj berharap pembangunan gedung PBNU ke-3 ini akan bermanfaat menjadi pusat kajian atau pusat intelektual di PBNU.

Menurutnya PBNU saat ini sudah sangat membutuhkan gedung baru untuk berbagai kegiatan di PBNU yang sangat padat.


Bantah Pernyataan Petinggi Sunda Empire, Ansor: Bohong Dia, Sok Ngaku-ngaku NU Tulen

“Gedung ini nantinya akan digunakan sebagai perluasan kantor tapi karena kita membutuhkan ruang untuk meeting karena kadang-kadang dalam satu hari ruangan itu terpakai semua, kadang dalam satu hari lembaga mengadakan FGD dengan anggota DPR, pejabat dan mitra-mitra dan kadang-kadang ruangan tidak cukup,” kata KH Said Aqil.

Tidak hanya dengan Kresna Group, Said Aqil menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerjasama dengan siapapun asal tidak membebani APBN.

“Siapapun kita terbuka asal tidak membebani APBN, tidak mau saya membebani APBN, uang negara saya tidak mau, enggak. Ini bukan uang negara,” tuturnya.

“Saya juga sudah selesai membangun UNU di Parung dan tidak memakai APBN. Sama sekali tidak menggunakan APBN, Insyallah mandiri.
Lebih penting lagi NU selama ini bersama rakyat kecil, selalu bersama grass root dan selai bersama memikirkan nasib mereka yang masih belum baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Founder & CEO Kresna Group, Michael Steven mengatakan bahwa kerjsama ini adalah bentuk kepedulian Kresna terhadap NU dan warga Nahdiyin.

Menurutnya NU telah banyak berperan untuk bangsa ini dan perannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah Indonesia.

“Ini suatu bentuk kepedulian kita terhadap NU dan warga NU karena kita ingin mengingatkan kembali karena dari kita juga banyak yang lupa bahwa NU adalah sejarah dari negara kita,” kata Michael

“NU merupakan salah satu pilar di negara kita. Dan saya rasa ini bentuk giving back kepada NU dan masyarakat NU,” tuturnya.

Tanggapi Fenomena Munculnya Kerajaan, PBNU: Yang Jawa Barat Itu Jelas HTI

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati