logo


Adjeng Ratna Tolak Ide Ekspor Ganja

Ganja cukup menjanjikan bagi perdagangan Indonesia.

31 Januari 2020 08:54 WIB

Adjeng Ratna Suminar
Adjeng Ratna Suminar Dok. Jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Anggota DPR RI, Adjeng Ratna Suminar menolak ide izin ekspor ganja. Menurut Adjeng, masyarakat Indonesia belum siap bila ganja dijadikan sebagai komoditas ekonomi untuk ekspor. Adjeng khawatir bila izin pertanian ganja akan disalahgunakan.

Adjeng yang juga Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41 ini mengatakan, bila sampai ide itu terealisasi, masyarakat bakal tak terkontrol lagi untuk menanam ganja yang pada akhirnya bakal mengonsumsi untuk pribadinya dan diedarkan di dalam negeri.

Menurutnya, itu bisa membahayakan masyarakat khususnya anak-anak di bawah umur karena pasti peredaran ganja di dalam negeri bakal bertambah dan harganya pula bakal lebih murah dari saat ini.


Jefri Nichol: Kebodohan Saya Pakai Ganja

"Di negara maju penduduknya sudah banyak yang sadar diri hidup harus sehat. Di Indonesia saat ini yang diperlukan adalah memberikan literasi, sosialisasi mengenai ganja agar tak salah pakai,"ujar Adjeng di Jakarta, Jumat (31/1).

Ia berharap, para pemangku kepentingan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya siswa di sekolah dan mahasiswa mengenai penyalahgunaan ganja. Mahasiswa dan siswa merupakan usia rentan target para bandar untuk memasok narkoba.

Seperti diketahui, Anggota Komisi VI DPR, Rafli Kande, mengusulkan agar ganja menjadi komoditas ekspor. Sebab, dia menilai ganja cukup menjanjikan bagi perdagangan Indonesia.

"Ganja entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja jangan kaku. Kita harus dinamis berpikirnya. Jadi ganja ini di Aceh tumbuhnya itu mudah," kata Rafli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1).

Selain itu, Rafli merasa kalau cara menanam ganja itu tidaklah sulit. Sehingga, ia menyarankan kepada Agus agar bisa membuat ganja menjadi komoditas ekspor.

Polisi Juga Tangkap Rekan Jefri Nichol yang Pakai Ganja

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan